TERIMA KASIH KUNJUNGAN ANDA DI WEBSITE PONDOK PESANTREN MODERN DARUL FALAH ENREKANG >>>> THANKS FOR YOUR VISITING ON DARUL FALAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL WEBSITE

Kamis, 24 Desember 2009

Kiat Sukses Ujian Nasional 2010





Adik-adik siswa setingkat SMP dan SMA baik di SMP/M.Ts, SMA/MA atau di SMK kalau tidak ada aral melintang ( kalo ada aral di tengah jalan melintang disingkirkan saja)…ehh insyaAllah pekan 3 dan 4 Maret 2010 kita semua akan diuji oleh BSNP melalui Ujian Nasional. AAhhh berat barangkali dirasa, tapi mau di apa langkah yang terbaik adalah kembali memposisikan tugas kewajiban kita sebagai pelajar yaitu bee..laa..jaaaar!

Tentunya kita semua mau berhasil khan ? naah ini dia beberapa kiat yang mungkin bisa di baca, kalo cocok dicoba diterapkan mudah-mudahan kita semua berdo’a anda semua berhasil dan lulus UN 2010. Amin

Pertama : Maksimalkan Belajar !

Ya, belajar, belajar, dan terus belajar. Itulah yang harus dilakukan. Belajar ekstra keras dan disiplin yang terus menerus harus dilakukan. Belajar bisa dengan belajar mandiri, kelompok, privat, les atau bimbingan belajar. Mumpung masih ada waktu, maka para pelajar harus belajar lebih baik dari sebelumnya. Ingatlah tidak ada yang sulit jika mau belajar dan berlatih terus menerus. Yang dimaksud belajar dan terus belajar bukan berarti tidak perlu refresing, refresing secukupnya sangat penting bias berupa jalan subuh, dan olahraga lain yang tidak terlalu menguras tenaga.

Ingat lho, orang pintar mengatakan rizki itu ada dua, yaitu rizki yang harus diusahakan dan rizki yang tidak disangka-sangka !

Kalau ujian mungkin atau hamper pasti lebih cenderung yang harus diusahakan dulu yaitu dengan belajar dan belajar, dan hasilnya diatas yang nentuin.

Kedua : Buat Peta Kemampuan Diri

Standar Kelulusan (SKL) adalah cermin UN. Maka cobalah bercermin dengan SKL pada setiap mata pelajaran yang diujikan. Bercerminlah secara jujur, dengan begitu kemampuan dan kekurangan akan mudah diketahui. Setelah bercermin pada SKL inilah, saatnya sekarang membuat peta kemampuan dari setiap mata pelajaran. Dengan peta kemampuan diri, akan mudah melangkah dan memacu kemampuan diri.

Materi pada SKL yang belum dikuasai perdalam dan sering latihan soal dan jangan lupa kemana-mana bawa buku dan SKLnya, supaya terarah belajarnya!

Ketiga : Positive Thingking Dan Positive Feeling

Dengan kondisi tersebut, akan mudah mendapatkan hasil dari apa yang paling sering dipikirkan dan dirasakan. Itulah inti dari pikiran dan perasaan positif. Artinya, apa yang dipikirkan dan dirasakan saat ini, dengan UN sangat menentukan hasilnya nanti. Bila Anda berpikir dan merasa positif saat ini, maka hasil UN nantinya juga positif. Begitu pula sebaliknya.

Keempat : Yang Mudah Di Dahulukan !

Misalnya try out, ataupun ujian betulan nantinya dahulukan soal-soal yang mudah. Salah satu cara praktis ketika sedang menghadapi soal UN, setelah berdoa tentunya, adalah mencermati soal dengan seksama. Fahami maksud soal dengan baik, dan jangan sampai salah memahami maksud soal. Segera tandai soal-soal yang diyakini mudah dan pasti benar bila dikerjakan. Sekali lagi, kerjakan soal yang benar-benar mampu diselesaikan dengan benar. Ingatlah, jangan terjebak dengan mengerjakan soal selalu menurut urut nomor soal.

Kelima : Berhati-hati dengan LJK !

LJK kepanjangannya Lembar Jawaban Komputer. Cara menyikapi hati-hati LJK dapat dilakukan dengan cara diantaranya, menyiapkan dan membawa alat tulis milik pribadi yang ‘legal’ untuk LJK, hindari kesalahan mengisi data pribadi dan jawaban di LJK pada kolom yang telah ditentukan. Kemudian, bila terjadi kesalahan ganti dengan hati-hati sesuai petunjuk. Setelah itu, hati-hatilah saat menebalkan atau menghitamkan pilihan jawaban, dan yakinkan setiap jawaban terbaca oleh komputer.

Bila telah selesai, periksa kembali LJK tersebut dan cocokkan data pribadi dengan kartu peserta ujian. Kemudian teliti kembali jawaban sebelum mengumpulkannya kepada pengawas. Kemampuan menjawab benar harus disertai dengan pengisian LJK yang benar pula.

Keenam : Jangan Menjadi Mayat Berjalan !!!

Ini yang penting juga !Jangan mengandalkan jawaban pemberian apakah dari sms di HP, atau di internet !. Kalau diawal sudah berniat menunggu atau mencari jawaban dari teman atau media lain maka anda dikategorikan mayat hidup !!! Kenapa ? karena otak pikiran anda mati dan beku duluan tidak bias diajak berfikir alias mogok..Hati-hati ada mayat berjalan dan berseragam !

Ketujuh : Berdo’alah Selalu

Perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT.

Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permohonanmu’.

Demikian Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah: 186. Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Manusia tidak berdaya tanpa pertolongan-Nya. Itulah kata-kata yang menunjukkan bahwa doa itu dahsyat, doa itu luar biasa.

Yang tak kalah pentingnya adalah mendekatkan diri kepada Allah baik sebelum, ketika dan sesudah UN. Memperbanyak doa dapat dilakukan dengan cara-cara seperti, berdoa secara pribadi, yaitu memperbanyak doa kepada Allah sesudah shalat wajib, shalat dhuha dan lebih utama lagi bila dikerjakan setelah shalat sunnah tahajud malam hari. Mintalah orang tua mendoakan secara khusus serta perbaikilah perilaku dan pergaulan.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, otomatis akan banyak orang yang memberikan doa restu. Libatkan Allah dalam persiapan meraih sukses UN 2010. Karena kesuksesan dalam UN ditentukan oleh kerja keras ditambah dengan strategi belajar yang tepat serta ketekunan berdoa kepada Allah SWT. Selamat mencoba, semoga kesuksesan dalam pelaksanaan UN menjadi milik Anda.

Minggu, 13 Desember 2009

UJian Semester 1 TP 2009/2010

SMP, M.Ts dan SMA di Pesantren Modern Darul Falah Enrekang dimulai kemaren, 13 Desember 2009 sampai dengan tanggal 22 Desember 2009 mengadakan Ujian Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010. Kemudian dilanjut dengan ujian lisan (bahasa Inggris dan bahasa Arab) pada tanggal 23 dan 24 Desember 2009. Hal ini diluar kebiasaan, karena biasanya ujian lisan mendahului ujian tulis berhubung pada tanggal 12 Desember 2009 lokasi Pesantren Modern Darul Falah dipakai Pemerintah Daerah Kab. Enrekang untuk seleksi ujian CPNS formasi umum Tahun 2009 dimana 5 (lima) ruang kelas terpakai.
Sebagaimana pelaksanaan ujian semester sebelumnya, menjadi penekanan adalah aspek pengawasan di ruang ujian. Sebagaimana kita ketahui bersama bila pengawasan tidak baik, maka akan banyak dampaknya, antara lain :
  1. Semangat kompetisi dari santri merosot karena gampang terjadi pertukaran jawaban antar peserta ujian serta yang pandai jadi kendor.
  2. Dalam analisis soal kalau dilakukan maka daya pembedanya akan kacau/tidak valid karena hasil pemeriksaan didapatkan nilai yang tidak mewakili kemampuan sebenarnya dari santri.
  3. Pembuatan naskah soal jadi mubazir, apalagi sudah dipilah mana soal tergolong mudah, sedang dan sulit
  4. Yang terpenting, tanggal 9 desember lalu diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia, dengan pengawasan tidak baik maka berpeluang santri menyontek alias melanggar peraturan untuk kepentingan dirinya dengan mengambil sesuatu yang tidak diperbolehkan, dari Hukum Sosial?umum saja tidak benar apalagi dari sisi Agama. Perilaku itu pula yang menumbuhkan nantinya bila menjadi pejabat akan berpeluang berperilaku yang sama atau istilahnya korupsi. Apakah korupsi materi, waktu, dll
InsyaAllah, selesai ujian semester kegiatan bagi kelas VII, VIII SMP/M.Ts dan kelas X, XI SMA adalah PORSENDA (Pekan Olah Raga Seni dan Dakwah) sementara kelas IX dan kelas XII berpacu dengan bimbingan belajar.
Semoga sukse untuk semuanya. Amin

Minggu, 25 Oktober 2009

Besi (Fe) Menjadi Nama Surah Al Qur'an

Di dalam Al Qur’an yang merupakan kitab suci Agama Islam, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum) menjadi salah satu judul surat. Sehingga muncul pertanyaan tentunya, karakter apa yang menarik pada surat ini? Lalu, mengapa besi dijadikan salah satu nama surat dalam al-Qur’an? Bukankah emas, misalnya, lebih berharga?

Surat ini turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Medinah. Oleh karena itu, bisa dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25. Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana “kilauan anak panah” yang menarik perhatian bagi kaum ber­akal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.

” Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” (al-Hadid 57: 25).

Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan “Kami ciptakan besi”, padahal secara intrinksik seharusnya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turun­kan bersama mereka al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa “memang besi diturunkan dari langit”. Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.

Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi. Perkiraan paling baik, energi yang dibutuhkan adalah empat kali energi sistem matahari kita, dengan demikian besi hanya dapat dihasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar daripada matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian meledak dahsyat sebagai nova atau supernova, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi, di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.

Karakter kedua, ketika menjelaskan besi “memberikan kekuatan yang hebat” barangkali pembaca membayangkan sen­jata pemusnah sekelas ICBM, Intercontinental Ballistic Missile (peluru kendali antarbenua) atau senjata pemusnah massal seperti senjata kimia. Tetapi bukan hanya iht. Nikmat yang paling besar yang diberikan Tuhan kepada umat manusia adalah “desain bumi”. Bumi dan isinya dilindungi oleh Sabuk Van Allen yang membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi. Perisai dengan “ke­kuatan hebat” ini tidak dimiliki oleh planet-planet lain.

Sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut solar flares. Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.

Barangkali kita sekarang paham mengapa besi menempati salah satu judul surat di dalam al-Qur’an. Inti besi dan nikel “melindungi makhluk bumi” berupa perisai elektromagnetik dengan “kekuatan yang hebat”. Namun yang terpenting, al­Qur’an ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa besi tidak dapat diproduksi di bumi. Oleh karena itu, ia langsung ditu­runkan dari langit untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.

Harap pembaca juga memperhatikan kodetifikasi di alam raya, solar flares terjadi 11 tahun sekali. Metonic cycle 19 tahun sekali, komet Halley rata-rata 76 tahun sekali mendekati bumi, penyesuaian Kalender Lunar mengikuti siklus 11 tahun dan 19 tahun.

Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa “membedah” elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat­sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui “keindahan” Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.

Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah 57. Terdiri dari a! (31) dan hadid (26).

Alif = 1, Lam = 30, Ha‘ = 8, Dal= 4, Ya’ = 10, Dal = 41 + 30 + 8 + 4 + 10 + 4 = 31 + 26 = 57.

Fakta Pertama

Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid mempunyai nilai (al-juntal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3). Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3.

Besi, menurut Peter Van Krogt ahli elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti “elemen suci” dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus Aurelius dan Commodus menghubung­kan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 (lihat Tabel 9.1).

TABEL 9.1

ISOTOP BESI 7

Isotop

Waktu Paruh

Isotop Waktu Paruh
Fe-.52

8.3 jam

FP-57 Stabil
Fe-54

Stabil

Fe-58

Stabil
Fe-55

2.7 tahun

Fe-59 54.5 hari
Fe-56

Stabil

Fe-60 1.500.000 tahun

Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya terletak di tengah-tengah tabel periodik. Sedangkan Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron. Ini berbeda dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58 mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai “ionisasi energi” tingkat ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan), energi yang keluar untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3. Besi sendiri mempunyai 4 tingkatan energi–itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar 56,9354.

Fakta Kedua

Begitu kita mengenal karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:

  • Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan al-jumal dari al-hadid adalah 57 juga.
  • Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh al-jumal kafa hadid.
  • Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, ditunjukkan oleh al­jumal dari kata “al”.
  • Koefisien 3, dari (19 x 3), ditunjukkan dengan ionisasi ting­kat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol. Surat al­Hadid mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
  • Peneliti al-Qur’an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Seri­kat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan “Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada” atau berarti juga “yang mempunyai 4 tingkatan energi”.
  • Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan no­mor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe­56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451.
  • Enkripsi pada keempat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882. Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966
  • Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka 19.
  • 5+7+2+5=19.
  • Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi diletakkan di tengah-tengah al-Qur’an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
  • Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib ka­rena angka-angka tersebut merupakan:
  • 57×29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +…+ 57 atau (19 x 87)

Kata “besi” dalam al-Qur’an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda. Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang menarik lainnya adalah keterangan yang berhu­bungan dengan “rahasia” Dzulkarnain pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti “gua°. Ayat tersebut berkisah tentang “pin­tu besi” yang dibangun oleh Dzulkarnain “di antara kedua pun­cak gunung”. Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat. Tanda-tanda kiamat ini menarik perhatian ilmuwan Barat clan juga Winston Churchill, PM Inggris pada tahun 1940-an. Perha­tian para ahli arkeologi Muslim terletak pada karakter siapa yang pas untuk Dzulkarnain dalam sejarah? Apakah Raja dari Macedonia (tafsir Yusuf Ali dan Prof. Dr. H. Mahmud Yunus mengatakan Iskandar Dzulkarnain dari Macedonia, sehingga mengundang kritikan ahli sejarah, karena tidak pas11), Alexander Agung, ataukah Cyrius Kaisar dari Persia? Sedangkan perhatian Churchill, karena ramalan “perang besar yang akan terjadi” sebelum dunia kiamat, sebagian tercatat dalam Kitab Mulia al-Qur’an, dengan versi lain jika dibandingkan dengan Bibel. Lalu siapakah Gog dan Magog (versi Barat), apakah kaum Kulit Kuning (Oriental), Hindu, animis, atau Komunis Rusia? Sedangkan al-Qur’an menyebutnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj (al-Kahfi [181:94)? Belum diketahui pasti siapa mereka. Indikasi masa depan, ada berbagai kemungkinan. Namun, satu hal, tampaknya para arkeolog telah menemukan “Pintu Besi” yang dimaksud oleh al-Qur’an di Derbent, termasuk dalam wilayah Uni Sovyet dahulu, seperti tercantum dalam Encyclopedia Columbia, walaupun masih diperdebatkan di kalangan sejarawan modern, siapa sebenarnya yang membangun pintu besi tersebut, Alexander Agung ataukah Cyrius?

Encyclopedia Columbia edisi ke-6, mencatat bahwa Derbent ditemukan pada tahun 438 oleh bangsa Persia sebagai pertahan­an yang strategis di Pintu Besi. Benteng tersebut masih ada clan diberi nama Tembok Kaukasia (Caucasian Wall) juga disebut Tembok Alexander. Dibangun oleh bangsa Persia (yang menemukannya) pada abad ke-6, untuk menahan serangan pendatang-pendatang dari daerah Utara.

Dengan demikian, Surat Besi ini menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjuk­kan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan’ 19. Ramalan atau prophecy: Besi atau Pintu Besi Dzulkarnain diisyaratkan berhubungan dengan salah satu tanda datangnya kiamat – hancur secara fisik – ketika bangsa yang dinamakan Ya’juj dan Ma’juj menimbulkan keru­sakan di bumi. ( Sumber Harun Yahya)

Kamis, 03 September 2009

APA ITU TSUNAMI ?

Pengalaman dari Tsunami di Aceh yang begitu hebat menyisakan trauma sendiri bagi yang mengalami bahkan bagi saudara sebangsa di daerah lain. Begitu terjadi gempa dengan 7.3 skala righter terjadi di perairan selatan jawa barat (Tasikmalaya) yang kriterianya bisa menimbulkan tsunami membuat masyarakat pesisir selatan jawa kuatir dan cemas. Alhamdulillah tsunami tidak terjadi, tetapi korban prasarana sarana, rumah penduduk dan fasilitas umum serta jiwa tetap tidak terhindarkan.


Tsunami berasal dari kata :
Tsu = Pelabuhan
Nami = Gelombang
Menjadi bagian bahasa dunia, setelah gempa besar 15 Juni 1896, yang menimbulkan tsunami besar melanda kota pelabuhan Sanriku (JEPANG) dan menewaskan 22.000 orang serta merusak pantai timur Honshu sepanjang 280 km.

Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempabumi , tanah longsor atau letusan gunung berapi yang terjadi di laut. Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan ratusan kilometer per jam di lautan dalam dan dapat melanda daratan dengan ketinggian gelombang mencapai 30 m atau lebih. Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5-4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4 - 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.

Berdasarkan Katalog gempa (1629 - 2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali , yakni 1 kali akibat longsoran (landslide), 9 kali akibat gunung berapi dan 98 kali akibat gempabumi tektonik.


““

Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :
  1. Air laut yang surut secara tiba-tiba.
  2. Bau asin yang sangat menyengat.
  3. Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras.

Tsunami terjadi jika :

  • Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR
  • Lokasi pusat gempa di laut
  • Kedalaman dangkal <>
  • Terjadi deformasi vertikal dasar laut




Potensi Tsunami di Indonesia :

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap tsunami, terutama kepulauan yang berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng, antara lain Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, serta Timur Kalimantan
Tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal, dimana waktu antara terjadinya gempabumi dan datangnya gelombang tsunami antara 20 s/d 30 menit
sumber : http://www.bmg.go.id

Rabu, 19 Agustus 2009

KRITERIA " MISKIN"

Mendekati Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri setelahnya dimana umat Islam wajib mengeluarkan zakat fitrah dan menyalurkannya kepada yang berhak marak diperbincangkan dan direncanakan. Salah satu bahasan menarik tentang sasaran zakat fitrah yang salah satunya adalah yang “miskin”.
Acuan/criteria dari “miskin” itu sendiri beragam. Kemiskinan seringkali dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan dan kekurangan di berbagai keadaan hidup. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin.”
Kriteria miskin pasti akan selalu berbeda bagi tiap institusi, bahkan tiap negara dan tiap provinsi. Kota dan desa juga punya batas yang berbeda. Sekian banyak badan dunia yang menangani masalah kemiskinan, punya sekian versi yang saling berbeda tentang kemiskinan.
Menariknya lagi, batas miskin oleh suatu pemerintahan bisa diubah-ubah dan memang tidak sama di setiap wilayah. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.Pada tahun 1996, batas kemiskinanberubahdari Rp 38.246 menjadi Rp 42.032 untuk daerah perkotaan. Sedangkan untuk daerah pedesaan, batasnya berubahdari Rp 27.413 menjadi Rp 31.366. Maka perkiraan jumlah penduduk miskin pada tahun 1996 berubah dari 22.5 Juta orang menjadi 34.5 Juta orang (53.33%).

Kemiskinan Versi PBS
Biro Pusat Statistik (BPS)menggunakan batas garis kemiskinan berdasarkan data konsumsi dan pengeluaran komoditas pangan dan non pangan. Komoditas pangan terpilih terdiri dari 52 macam, sedangkan komoditas non pangan terdiri dari 27 jenis untuk kota dan 26 jenis untuk desa. Garis kemiskinan yang telah ditetapkan BPS dari tahun ketahun mengalami perubahan.
Menurut Indonesian Nutrition Network (INN) tahun 2003 adalah Rp 96.956 untuk perkotaan dan Rp 72.780 untuk pedesaan.
Kemudian menteri sosial menyebutkan berdasarkan indikator BPS garis kemiskinan yang diterapkannya adalah keluarga yang memilki penghasilan di bawah Rp 150.000 perbulan. Bahkan Bappenas yang sama mendasarkan pada indikator BPS tahun 2005 batas kemiskinan keluarga adalah yang memiliki penghasilan di bawah Rp 180.000 perbulan.
Dalam penanggulangan masalah kemiskinan melalui program bantuan langsung tunai (BLT) BPS telah menetapkan 14 (empat belas) kriteria keluarga miskin, seperti yang telah disosialisasikan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (2005), rumah tangga yang memiliki ciri rumah tangga miskin, yaitu:
1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per orang
2. Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
3. Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain.
5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.
7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.
8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu.
9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari.
11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik.
12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 0, 5 ha. Buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp 600.000 per bulan.
13. Pendidikan tertinggi kepala kepala rumah tangga: tidak sekolah/tidak tamat SD/hanya SD.
14. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp 500.000, seperti: sepeda motor (kredit/non kredit), emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.
Ada satu kriteria tambahan lagi, hanya tidak terdapat dalam leaflet bahan sosialisasi Departemen Komunikasi dan Informatika tentang kriteria rumah tangga miskin, yaitu rumah tangga yang tidak pernah menerima kredit usaha UKM/KUKM setahun lalu.

Kemiskinan dalam Pandangan Syariah

Kalau anda bertanya kepada kami, maka jawabannya adalah jawaban yang bersifat fiqhiyah, sebagaimana yang ditulis oleh para ulama sepanjang zaman.
Namun sifatnya tidak sedetail apa yang sudah dibuat oleh BPS di atas. Sifatnya masih terlalu umum, dan tidak ada salahnya para ulama bekerja sama dengan BPS dalam menetapkan detail kriteria orang miskin.
Ambillah Al-Quran, di sana akan kita temukan kata miskin diulang-ulang. Kalau kita rajin menghitungnya, kita akan menemukan paling tidak 11 kali kali kata itu disebut di dalamnya. Selain miskin, ada juga istilah yang sangat berdekatan dan nyaris tumpang tindih dengannya, yaitu faqir.
Bahkan dalam bahasa Indonesia, keduanya sering dijadikan dua kata yang melekat, fakir miskin. Padahal masing-masing kata itu punya makna sendiri yang spesifik.

Orang-orang Faqir (Fuqara’)

Mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah memandang bahwa yang dimaksud dengan faqir adalah orang yang tidak punya harta serta tidak punya penghasilan yang mencukupi kebutuhan dasarnya. Atau mencukupi hajat paling asasinya. Termasuk di antaranya adalah seorang wanita tidak punya suami yang bisa menafkahinya.
Hajat dasar itu sendiri berupa kebutuhan untuk makan yang bisa meneruskan hidupnya, pakaian yang bisa menutupi sekedar auratnya atau melindungi dirinya dari udara panas dan dingin, serta sekedar tempat tinggal untuk berteduh dari panas dan hujan atau cuaca yang tidak mendukung.

Orang-orang Miskin (Masakin)
Sedangkan miskin adalah orang yang tidak punya harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, namun masih ada sedikit kemampuan untuk mendapatkannya. Dia punya sesuatu yang bisa menghasilkan kebutuhan dasarnya, namun dalam jumlah yang teramat kecil dan jauh dari cukup untuk sekedar menyambung hidup dan bertahan.
Dari sini bisa kita komparasikan ada sedikit perbedaan antara faqir dan miskin, yaitu bahwa keadaan orang faqir itu lebih buruk dari orang miskin. Sebab orang miskin masih punya kemungkian pemasukan meski sangat kecil dan tidak mencukupi. Sedangkan orang faqir memang sudah tidak punya apa-apa dan tidak punya kemampuan apapun untuk mendapatkan hajat dasar hidupnya.
Pembagian kedua istilah ini bukan sekedar mengada-ada, namun didasari oleh firman Allah SWT berikut ini:
Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.(QS. Al-Kahfi: 79)
Di ayat ini disebutkan bahwa orang-orang miskin itu masih bekerja di laut. Artinya meski mereka miskin, namun mereka masih punya hal yang bisa dikerjakan, masih punya penghasilan dan pemasukan, meski tidak mencukupi apa yang menjadi hajat kebutuhan pokoknya.
Namun Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah menyatakan sebaliknya, bahwa orang miskin itu lebih buruk keadaannya dari orang faqir. Hal ini didasarkan kepada makna secara bahasa dan juga nukilan dari ayat Al-Quran juga.
atau kepada orang miskin yang sangat fakir.(QS. Al-Balad: 16)
Maka tidak ada salahnya buat para ulama untuk duduk bersama dengan para umara’ serta para ahli di bidang kemiskinan untuk menetapkan ambang batas kemiskinan itu.
Kesepakatan ini mutlak diperlukan, karena dari sisi tataran dalil syariah, kita hanya mendapatkan kriteria yang sangat umum, kurang detail dan kurang bisa langsung diterapkan untuk masalah distribusi penanggulangan kemiskinan.

Minggu, 19 Juli 2009

ISRA' MI'RAJ DAN MISI APOLLO XI

Isra dan Mi’raj tahun 1430 H, akan jatuh pada 20 Juli 2009; pas 40 tahun kembalinya manusia dari misi Apollo 11 ke Bulan (yg masih rame dibahas). Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

Terlepas dari pro-kontra pendaratan Neil dan Aldrin di Bulan, bagi kita yang pingin merasakan misi Apollo 11, silahkan berkunjung ke Apollo 11 on the Internet berikut ini:

Klik untuk misi Apollo 11 secara online

Klik untuk misi Apollo 11 secara online

Misi Apollo 11 hanya sampai di permukaan Bulan, itu saja hanya satu mare yakni mare Tranquilitatis, belum ke mare lain yang sangat banyak di sana. Sementara Isra dan Mi’raj, menjelajah seluruh alam semesta tanpa terkecuali.

Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 11 kenabian. Artinya 11 tahun setelah Muhammad diangkat menjadi seorang Rasul. Jika Muhammad menjadi Nabi pada usia 40 tahun, berarti peristiwa Isra’ Mi’raj itu terjadi pada saat Muhammad berusia kira-kira 51 tahun.

Pada peristiwa Isra Mi’raj dapat dikatakan terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW sebagai hamba-Nya diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa dengan menaiki buraq.

Bila kita sefaham dgn pola Imam Al-Asy’ri (Allohummarhamhu), maka model pemahaman peristiwa Isra’ wal Mi’raj yg selama ini kita dengar adalah seperti yang selama ini ada di masyarakat kita umumnya. Rasul SAW Isra’ dan Mi’raj, melalui jasadnya tanpa ditafsirkan macam2.

Lain lagi, bila kita mengambil model berfikirnya Wasil bin Ata’; maka pendekatan rasio akan mendominasi pemahaman kita akan peristiwa yang sangat monumental dalam Islam ini. Perjalan Isra’ dan Mi’raj hanyalah bisa kalau Rasul SAW melalui Ruh, atau alih dimensi dulu.

Sesuatu yang pasti bahwa peristiwa Isra wal Mi’raj benar2 ada. Secara naqli, sumbernya jelas al-Qur’an surat al-Isra dan surat Al-Najm. hadits2 Rasul SAW juga banyak, meski yang beredar di tengah2 masyarakat lebih banyak yg isro’iliyat alias dibumbu2i.

TAFSIR – SAINS ISRA MI’RAJ:

Surat Al-Isra’ ayat ke-1 adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا

إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya:

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya847 agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

1. Subhana = diartikan Maha Suci. Tetapi yg pas bisa kita pakai arti Maha Penggerak atau Maha Dinamis. Subhana bisa juga berasal dari kata ‘sabaha‘ artinya berenang. Mashdar lainnya adalah Tasbih, yang berarti gerak yang dinamis. Hakekat dari seluruh materi di alam semesta ini adalah bergerak, ber-rotasi dan ber-revolusi. Salah tiga dari materi alam semesta adalah Matahari, Bumi dan Rembulan. Rembulan atau Bulan ber-rotasi dan ber-revolusi kepada Bumi. Bumi ber-rotasi dan ber-revolusi kepada Matahari. Matahari ber-rotasi dan ber-revolusi kepada pusat Bimasakti. Dan begitu seterusnya…

Dinamika Makhluk Alloh

Dinamika Makhluk Alloh

Jadi peristiwa Isra’ wal Mi’raj adalah fenomena pergerakan dan sangat dinamis, bukan sekedar aktifitas statis.

2. Asra = memperjalankan. Kata ini bentuk transitif (muta’addiy) dari kata saraa = berjalan. Di sini jelas bahwa Alloh Yang Maha Dinamis yang menentukan gerak dan diamnya, atau berjalan dan berhentinya hamba-Nya yakni Rasulullah SAW.

Jadi peristiwa Isr’a wal Mi’raj merupakan kehendak aktif Alloh SWT.

Jauhnya perjalanan?

Secara manusiawi…maka jarak tempuh Isra’ adalah : Mekkah – Palestina, sekitar 1.200 km:

Mekkah - Palestina

Mekkah - Palestina

Selanjutnya, perjalanan Mi’raj seperti dijelaskan dalam surat An-Najm yang terbagi dalam dua tahap:

tahap 1: Gelombang ke Partikel

Ayat 1-11 surat An-Najm, menjelaskan perihal transfer dimensi dari Jibril kepada Rasululloh SAW yakni transfer dimensi cahaya kepada dimensi suara.

tahap 2: Partikel ke Geombang

Selanjutnya ayat ke 12 – 17 surat An-Najm, adalah menjabarkan praktikum Rasululloh SAW untuk melakukan transfer balik dari dimensi suara atau partikel menuju ke dimensi cahaya atau ‘gelombang elektromagnetik’.

Dan perjalanan saat itu tidak mengenal lagi hukum fisika. Dimensi waktu telah terlampuai. Jangkauan Rasululloh SAW seperti dikupas Pak Agus Musthofa dalam buku2nya, pandangan Rasululloh mampu mencakup semua dimensi di bawah layer malaikat.

Kalau Mi’raj, maka secara masnusiawi Rasul SAW akan lepas dari Bumi. Dan lebar Bumi sekitar 12.700 km:

Diameter Bumi

Diameter Bumi

Lalu, kita manusia akan membayangkan, Rasul SAW lepas dari Tata Surya kita. Dan lebarnya 9 milyar km.

Lebar Tata Surya

Lebar Tata Surya

Berikutnya lepas Tata Surya masih harus lepas dari Galaksi kita yang panjangnya:

bimasakti_pakarfisika

Selengkapnya Tour de universe ada di [ Cosmic Distance Scales ]

3. ‘Abdihi = hamba-Nya. Hamba adalah lemah, hamba adalah tidak berdaya. Di sini jelas, bahwa isra’ wal Mi’raj itu bukan kemauan Rasulullah SAW, karena beliau sebagai hamba yang hanya bergantung atas kehendak Alloh SWT dalam melakukan perjalannya.

Jadi dalam Isr’a wal Mi’raj, Rasululloh SAW tidak berjalan sendiri, tetapi di’bantu’ Alloh dalam melakukan perjalanan itu.

4. Lailan = Malam hari. Malam adalah simbol kebalikan dari siang. Dua istilah yang sangat erat dengan konsep waktu. Mengapa harus malam.?

Malam memiliki keheningan, malam menyibakkan kegelapan, yang merupakan arah dari pandangan mata yang tidak pernah akan berujung. Dan perjalanan Isra’ wal Mi’raj adalah perjalanan Rasul SAW yang tidak mampu dijejaki ujung finalnya. Alam semesta nan luas …

5. Masjidil Haram-Masjidil Aqsha = Dua starting point yang diberkahi. Dua lokasi yang dipilih Alloh dengan titik koordinat yang terpisah antara batas utara pergerakan tahunan Matahari. Dua lokasi sebagai kiblat pertama dan terakhir. Dan inilah tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. Kalau kita mau berfikir.

Hikmah yg paling utama,

mari kita jaga sholat yang lima waktu, lebih2 sholat shubuh; kalau bisa jamaah di masjid yaaaa…

Copy File From : http://pakarfisika.wordpress.com

Link2 terkait:

Tulisan lama seputar Isra’ wal Mi’raj

Isra Mi’raj dan Hakekat Sholat

Hikmah Isra’ Mi’raj

Pelajaran Isra Mi’raj

Isra’ Mi’raj Einstein dan Kebenaran Wahyu Ilahi

Alloh a’lamu…

Selasa, 14 Juli 2009

PORSEKA II Tahun 2009

Pekan Olahraga Seni Dakwah Dan Pramuka (PORSEKA) Tahun 2009 di Pondok Pesantren Modern Darul Falah Enrekang InsyaAllah akan berlangsung mulai Hari Selasa 14 Juli 2009 sampai dengan 20 Juli 2009. Calon santri yang telah lulus seleksi dan mendaftar ulang sebelum memasuki Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diharuskan terlebih dahulu mengikuti PORSEKA.
PORSEKA bertujuan untuk mengenalkan berbagai aktivitas pesantren, utamanya bagi santri baru dan juga sebagai pekan perkenalan, karena para santri pada saat inilah mulai dikenalkan tentang sejarah dan latar belakang pendirian pesantren, visi dan misi pesantren. Porseka yang merupakan agenda pesantren setiap awal tahun pelajaran juga bertujuan untuk menanamkan kebanggaan pada diri santri terhadap almamaternya dan untuk mencari bakat-bakat baru yang pilih tanding serta tangguh dalam bidang-bidang olahraga, seni, ilmiyah serta keterampilan pramuka, dengan selalu menebarkan semangat siap menang juga siap kalah.
Kegiatan porseka meliputi kegiatan indoor ( materi Khutbatul Arsy, Tata Tertib dan Kedisiplinan, Akhlak Santri (Birrul Walidain), Kepesantrenan, Ibadah, Organisasi Santri, Ekstrakurikuler, dll) sedangkan materi outdoor meliputi pengenalan kampus, lokasi dan fungsi gedung serta kegiatan outbond/hacking ke gunung sekitar pondok. Kegiatan lain dalam porseka adalah lomba berbagai cabang olah raga, cabang seni ( kaligrafi, puisi, dll) dan dakwah( adzan, pidato bahasa arab, inggris, tahfidz, tilawah, dll).
PORSEKA II secara resmi telah dibuka dan direncanakan untuk ditutup pada tanggal 20 Juli 2009 ba’da Ashar dirangkaikan ceramah Isra’ Mi’raj dan pembagian hadiah serta nonton bareng laga Indonesian AllStar dan MU.. Seluruh rangkaian acara semuanya diakhiri dengan pemberian penghargaan serta hadiah bagi para pemenang lomba dalam pagelaran Panggung Gembira (PG) Porseka. Para santri nantinya dipersilahkan untuk tampil di atas panggung menunjukkan kemampuannya menghibur para hadirin di panggung auditorium. Dengan penampilan puisi, qasidah, pidato arab & inggris, lawak maupun menyanyi pada sela-sela pembagian hadiah.
Selamat bertanding, berkompetisi secara sehat, fair, sportif, bertandinglah dengan gembira !!! Selamat tinggal di Pondok para santri baru, semoga betah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat !

Kamis, 09 Juli 2009

DUNIA SANTRI

"Saya heran," kata Kyai Wahid ketika menyambut acara peluncuran website Akbar Tandjung, bulan lalu, "Kenapa setiap orang berpidato selalu menyatakan: 'Mari kita panjatkan syukur'...." Hadirin terdiam karena tidak mengerti ke mana arah ucapan tersebut. Dan struktur "psikologi massa" semacam inilah yang menjadi "makanan" Kiai Wahid. Sebagaimana biasanya, dengan tangkas ia menjawab teka-teki itu: "Memangnya (si) Syukur tidak bisa panjat sendiri?"

Mengembangkan tradisi kejenakaan yang cerdas, dalam arti mementaskan teka-teki dengan jawaban mengejutkan, merupakan tipikal kaum pesantren. Almarhum Pak Ud atau Jusuf Hasyim, paman Abdurrahman Wahid dan pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, berkisah tentang zaman revolusi. Seorang santri yang menjadi pejuang telah dibekali dengan fatwa: wajib maju menghadang musuh. Sebaliknya, setiap langkah mundur hukumnya haram.

Persoalannya, sang santri tiba-tiba harus berhadapan dengan sebuah tank Belanda. "Apa yang harus dilakukan?" tanya Pak Ud. Semua paham, betapa dilematis posisi pejuang santri tersebut secara fisik maupun religius. Maju berarti mengantar nyawa, dan mundur terkena sanksi agama. Tapi tak seorang pun bisa menjawab tantangan itu dengan tepat. Dengan kalem, Pak Ud menjawab sendiri: sang santri harus memiringkan posisi badannya. Dengan posisi miring, ia tak perlu kehilangan nyawa dan sekaligus tidak haram.

Ahli budaya dan kosmologi Jawa dari Cornell University, Benedict Anderson, pernah terpesona oleh teka-teki cerdas kaum santri Jawa ini. Dalam karyanya, Language and Power: Exploring Political Culture in Indonesia, ia tertarik pada teka-teki longan (kolong). Dalam konteks ini, kaum santri memperdebatkan konsep ada dan tiada dengan bertanya apakah longan itu betul-betul riil? Longan sebuah meja atau ranjang dengan mudah bisa diidentifikasikan. Tapi, bagaimana jika meja dan ranjang itu dipindahkan? Apakah posisi longan meja atau ranjang tersebut tetap ada?

Bermain logika dengan teka-teki cerdas dan jenaka ini tumbuh dalam keguyuban dunia pesantren. Tradisi itu berkembang karena struktur ritme kehidupan dunia santri ini bersifat self-sustain. Sifat ini bukan saja ditandai oleh kurang bergantungnya komunitas santri dalam ekonomi, budaya, dan intelektual pada aktor-aktor eksternal. Melainkan juga oleh berkembangnya mental qanaah (menerima apa adanya yang diberikan Tuhan) di kalangan mereka. Dalam ritme kehidupan yang berjalan secara teratur, tanpa tergesa-gesa, inilah gagasan-gagasan teka-teki cerdas muncul --bukan saja untuk mengasah otak, juga untuk memberi makna terhadap kehidupan itu sendiri.

Sumber : Gatra, 2008

HASIL QUICK COUNT PILPRES LSI, 8 JULI 2009

Lembaga Survei Indonesia (LSI) – Trans Corp telah mengakhiri penghitungan cepat terhadap perolehan suara dalam Pemilu Presiden 2009-2014 dengan sampel 2.116 TPS yang tersebar di setiap Propinsi di seluruh Indonesia. Sampel TPS dipilih dengan menggunakan metode Kombinasi Stratified-Cluster Random Sampling.

Hasil akhir perhitungan cepat menunjukkan bahwa pasangan SBY-Boediono mendapat suara terbanyak sebesar 60.82%, dan secara Statistik unggul signifikan dari pasangan Mega-Prabowo (26.57%) dan JK-Win (12.61%).

Download Hasil Selengkapnya :
Rilis QC Pilpres 8 Juli 2009 OK.pdf