Insya'Allah, para penuntut ilmu mulai besok menempuh Ujian Nasional yang akan berlangsung selama 4 hari. Ujian Nasional ini sebenarnya tidak hanya menguji kompetensi para murid di aspek materi pelajaran saja akan tetapi ada ujian moral dimana dituntut kedisiplinan mena'ati aturan ujian, salah satunya adalah kejujuran. Persentase kelulusan dengan sistem penilaian yang baru tahun ini, insyaAllah sangat terbuka lebar sehingga oleh Mendiknas ditekankan yang penting adalah kejujuran. Terlepas dari imbauan Bapak Menteri atau tidak yang jelas kejujuran harus menjadi sisi yang melekat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Luar biasa hikmah dibalik kejujuran yang mesti kita lakukan, sebagai gambaran simak kisah berikut !
Tampilkan postingan dengan label kunci jawaban UN 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kunci jawaban UN 2011. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 April 2011
Kunci Ujian Nasional 2011 : Kejujuran !
Insya'Allah, para penuntut ilmu mulai besok menempuh Ujian Nasional yang akan berlangsung selama 4 hari. Ujian Nasional ini sebenarnya tidak hanya menguji kompetensi para murid di aspek materi pelajaran saja akan tetapi ada ujian moral dimana dituntut kedisiplinan mena'ati aturan ujian, salah satunya adalah kejujuran. Persentase kelulusan dengan sistem penilaian yang baru tahun ini, insyaAllah sangat terbuka lebar sehingga oleh Mendiknas ditekankan yang penting adalah kejujuran. Terlepas dari imbauan Bapak Menteri atau tidak yang jelas kejujuran harus menjadi sisi yang melekat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Luar biasa hikmah dibalik kejujuran yang mesti kita lakukan, sebagai gambaran simak kisah berikut !Akhirnya pemuda itu menahan separuh sisa apel itu dan pergi mencari penjaga kebun tersebut. Setelah bertemu, dia berkata: “Wahai hamba Allah, saya sudah menghabiskan separuh apel ini. Apakah engkau mau memaafkan saya?”
Akhirnya pemuda itu tiba di depan pintu pemilik kebun. Setelah mengucapkan salam dan dijawab, Tsabit berkata dalam keadaan gelisah dan ketakutan: “Wahai hamba Allah, tahukah anda mengapa saya datang ke sini?”
Pemuda itu sekali lagi terperanjat. Namun, apa boleh buat, separuh apel yang ditelannya, kemana akan dia cari gantinya kalau pemiliknya meminta ganti rugi atau menuntut di hadapan Hakim Yang Maha Adil?
Pemuda itu seolah-olah didorong ke tengah kancah pertempuran yang sengit. Dengan berat dia melangkah memasuki kamar istrinya dan memberi salam.
Demikianlah cara pandang orang-orang shalih terhadap dunia ini. Adakah yang mengambil pelajaran?
Langganan:
Postingan (Atom)