TERIMA KASIH KUNJUNGAN ANDA DI WEBSITE PONDOK PESANTREN MODERN DARUL FALAH ENREKANG >>>> THANKS FOR YOUR VISITING ON DARUL FALAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL WEBSITE

Kamis, 19 Juli 2012

ENGLISH CAMP 2012 "Bring London To Darul Falah"

"Tidak ada kata terlambat untuk belajar sosialisasi kegiatan kampus". Selesai Ujian Semester II mulai tanggal 2 s.d 14 Juni yang lalu, ada kegiatan selama sepekan yaitu English Camp 2012 dengan Tema "Bring London To Darul Falah" dimana seluruh santriwan dan santriwati dilatih, diajar berbahasa Inggris sembari bermain. Instruktur English Camp adalah gabungan Pembina bahasa di Pondok dan Tim dari Palopo.
Kegiatan ini sekaligus dijadikan momentum untuk menggiatkan berbahasa di Kampus dan menuntut adanya Central Language Improvement Office (CLIO) dengan berbagai program kegiatan terarahnya.
YESTERDAY IS BUT TODAYS MEMORY AND TOMORROW IS TODAYS DREAM.
Dengan kegiatan yang terprogram harapan bersama terwujud generasi Islami yang dapat menjadi Agen Of Change dan menjadi insan yang bermanfaat "Layaknya pohon yang baik, akarnya kokoh (kuat menancap), cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya setiap musim dengan seizin Rabbnya" (QS Ibrahim)

Laporan Instruktur
Atraksi Tapak Suci Dalam Pembukaan English Camp
Menyatu Dengan Alam Sembari Belajar
Sebagian Tim Instruktur
Belajar Sambil Bermain
Sebagian Peserta Putra
Foto Usai Penutupan

Minggu, 08 Juli 2012

Tes Pemetaan Potensi Calon Santri Baru 2012/2013

Pada hari Kamis, 05 Juli 2012 jam 09.00 Wita, di Pesantren Modern darul Falah Enrekang dilaksanakan Tes Pemetaan Potensi yang diikuti 169 calon santri baru tp. 2012/2013. Tes tahap I adalah tes kemampuan akademik, meliputi materi pelajaran umum dan agama dan tes tahap II adalah tes baca tulis Al Qur'an.
Pada saat calon santri baru mengikuti tes, berlangsung pertemuan unsur pimpinan di pondok pesantren dan yayasan dengan orang tua/wali calon santri yang mengantar. terdapat 3 (tiga) sesi acara yaitu sesi pertama sosialisasi tentang kewenangan yayasan tentang pelayanan di pondok dan dapur serta kewajiban orang tua terkait dengan pembayaran pondokan. Disampaikan pula oleh Ketua Pelaksana Harian terkait tanggung jawab yayasan untuk pembenahan sarana prasarana. Pada sesi kedua oleh Direktur disampaikan tentang kegiatan 24 jam calon santri terdiri atas kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum formal plus, kegiatan pembinaan dan pelatihan di kepesantrenan meliputi Qira'ah Tahfidz, Pengajian Takhassus, Dakwah dan Bahasa dilanjutkan kegiatan rekreatif calon santri pada ekstrakurikuler dan pengembangan diri. Dijelaskan pula bagian yang membackup semua kegiatan pembinaan yaitu bagian kekampusan meliputi; ibadah, akhlak dan BP, Pelayanan, Keamanan dan ketertiban yang menekankan pada tartib dilarangnya HP dan tertib perijinan keluar/masuk kampus.
Menutup acara sosialisasi adalah Tausyiah oleh Pengasuh Pondok Pesantren. Dalam tausyiahnya Pengasuh menekankan pada upaya meluruskan aqidah dan ibadah serta bagaimana seseorang bermuamalah.
Selesai kegiatan sosialisasi di masjid ta'miru darul falah bertepatan dengan pengumuman hasil tes pemetaan potensi calon santri. Yang dinyatakan lulus langsung daftar ulang, melakukan pengukuran baju seragam, pemesanan buku kitab dan kelengkapan seragam sebagaimana ketentuan pondok.
Kapasitas pondokan/asrama santri sudah penuh dimana daya tampung 326 terdiri atas 170 santri putra dan 156 santri putri dengan 79 santri baru putra dan 89 santri baru putri.
Selanjutnya calon santri masuk asrama pada hari senin, 09 Juli 2012 untuk memulai kegitan rutin awal tahun yaitu PORSEKA (Pekan Olahraga, Seni Dakwah dan Pramuka)
Selamat datang calon santri baru Pesantren Modern darul Falah Enrekang !

Minggu, 10 Juni 2012

Penamatan Santri TK Islam Darul Falah Tahun 2012

TK Islam Darul Falah pada hari rabu, 6 Juni 2012 mengadakan kegiatan penamatan santriwan & santriwati kelompok B yang dilaksanakan di halaman TK. Acara berlangsung meriah dan penuh kegembiraan baik dari santri, para orang tua maupun semua yang hadir. Dalam acara tersebut sempat dalam sambutan saya sampaikan beberapa pokok pemikiran untuk perenungan kaitannya dengan tema penamatan. Berangkat dari kondisi yang belum sesuai harapan di lingkungan dan negara kita serta harapan yang tinggi terhadap generasi muda yang menempuh pendidikan pra sekolah di TK.

Kenapa dinamakan TK (Taman Kanak-kanak) ? Taman merupakan tempat yang indah, dan Taman Kanak-kanak adalah tempat yang indah bagi anak-anak. Secara harfiah taman pada taman kanak-kanak adalah arti tempat yang nyaman untuk bermain, dalam pengertian perilaku guru, penataan sarana dan prasarana, dan program kegiatan belajar harus menciptakan suasana yang nyaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Psikolog anak, Seto Mulyadi menjelaskan bahwa anak adalah anak, anak bukan manusia dewasa mini, karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. Dunia anak adalah dunia bermain. Pada dasarnya anak senang sekali belajar, asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. Bermain sambil belajar, dan belajar sambil bermain. Karenanya anak didik taman kanak-kanak yang usianya  4-6 tahun, dengan lama pendidikan 1 s.d 2 tahun, dan tidak ada istilah naik atau tinggal kelas.

Terkait dengan Tema Penamatan “ Menyelamatkan Moral & Akhlak Anak Indonesia Menuju Generasi Islami Menyongsong Masa Depan Yang Gemilang”  ada 2 istilah yang oleh para ahli psikologi disebut ‘Golden Age’ dan ‘Golden Rule’ yang patut menjadi renungan.

Para ahli psikologi berpendapat bahwa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (Golden Age) yang datang hanya sekali dan tidak dapat terulang kembali pada fase berikutnya. Pada usia emas anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik menyangkut pertumbuhan fisik-motorik, pengembangan watak-moral dan emosional-intelektual serta sosial-bahasanya ! Sehingga pendidikan dengan beragam input yang merangsang pengembangan kepribadian/karakter dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosial, kognitif, fisik-motorik, kemandirian dan seni yang sesuai dengan tahap perkembangan anak perlu diberikan !

Sedangkan ‘Golden Rule’, yaitu nilai moral universal dimana karakter dasar manusia berpijak yang bersumber dari nilai-nilai agama antara lain cinta kepada Allah dan ciptaanNya, tanggung jawab, jujur, tulus, berani, tekun, disiplin, adil, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, keadilan kepemimpinan, baik, rendah hati, cinta damai dan cinta persatuan.

Searah dengan 4 pilar pendidikan, yaitu Learn To Know, dimana anak didik belajar untuk memperoleh pengetahuan, Learn To Do, mereka belajar sambil melakukan, Learn To Be, anak didik belajar dengan bimbingan untuk menjadi diri sendiri dan Learn To Live Together, mereka belajar untuk menjadi peduli terhadap lingkungan dan toleransi.

Jadi sangatlah penting menanamkan nilai moral universal pada masa usia emas dengan harapan ke depan bangsa dan negara tercinta ini semakin baik, sejahtera dan bermartabat.

Minggu, 27 Mei 2012

Pendidikan Karakter Dan Kelulusan Ujian Nasional

Alhamdulillah, seluruh siswa di sekolah kami lulus 100%. Lontaran kalimat kesyukuran yang sering terdengar beberapa hari terakhir ini. Kelulusan mereka rayakan dengan coret-coret baju kemudian berkeliling kota dengan mengendarai sepeda motor tanpa mengindahlan aturan lalu lintas dan ketertiban umum. Banyak diantara mereka para siswa , bahkan gurunya sangat bangga dengan perolehan nilai mereka yang tinggi, jauh melambung dari nilai yang bisa mewakili kompetensi sebenarnya. Yaa, ... masih banyak yang harus dibenahi terkait dengan pendidikan disekitar kita sendiri. Dengan memperbaiki dilingkungan terdekat dari masing-masing orang akhirnya terkondisi lingkungan serentak dan meluas ke arah perbaikan. Saat ini pembenahan sistem terutama terkait dengan pembentukan karakter siswa memang perlu terus dipacu supaya tidak kalah dengan gelombang dan arus globalisasi, informasi komunikasi dan berbagai gadget serta perangkat keras yang demikian canggih. Pencapaian nilai kognitif dari nilai akhir memang tinggi, tetapi nilai afektif, konatif dan psikomotorik belum sesuai harapan.
Ketimpangan kompetensi/realita sebenarnya dengan NUN atau perbandingan NS dan NUN menggambarkan belum ada kepercayaan diri dari siswa untuk mengerjakan UN dengan jujur. Kabar beredar setiap malam hari menjelang Un besoknya diujikan mereka sudah siap dengan HP untuk menerima sebaran kunci jawaban ! Perlu barangkali sosialisasi melalui simulasi sistem penilaian NS dan NUN yang akhirnya menjadi NA kaitannya dengan kriteria kelulusan yang tidak lagi sesulit 2 tahun lalu sehingga bisa di dorong kepercayaan dari pihak sekolah (Guru & Pegawai) serta anak didik untuk lebih percaya diri sehingga ikhlas untuk jujur mengerjakan UN sesuai yang tertulis di Lembar Jawaban Komputer saat ujian. Tetapi masih terselip rasa kesyukuran karena masih ada beberapa siswa yang percaya diri untuk mengerjakan soal ujian dengan jujur, berarti masih membentang harapan generasi mendatang yang akhlak, berbudi pekerti yang baik.
Menurut T. Ramli, dalam buku Pembelajaran Konstekstual Dalam Membangun Karakter Siswa, Kementerian Pendidikan menyatakan bahwa pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Pendidikan karakter juga harus berpijak pada karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai-nilai universal (bersifat absolut) sebagai pengejawantahan nilai-nilai agama yang biasa disebut the golden rule. Menurut pada ahli psikologi beberapa nilai-nilai karakter dasar tersebut adalah ;  cinta kepada Allah dan ciptaann-Nya (alam dengan isinya), tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, keadilan kepemimpinan, baik, rendah hati, toleransi, cinta damai dan cinta persatuan.
Dan grand design yang dikembangkan Kemendiknas, secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyaralat) dan berlangsung sepanjang hayat.
Mudah-mudahan pendidikan ke depan semakin baik dan menghasilkan generasi berkarakter.

Rabu, 23 Mei 2012

Pentingnya Memiliki Niat Untuk berbuat Baik Setiap Hari

Seorang yang beriman menjalani seluruh hidupnya berdasarkan Al Qur'an, dan berusaha menerapkan secara hati-hati dari hari ke hari apa yang telah ia baca dan pelajari dalam ayat-ayatnya. Dalam segala perbuatannya, sejak saat dia bangun di pagi hari sampai waktu dia tertidur di malam hari, dia memiliki niat bahwa dalam berpikir, berbicara dan bertindak itu harus sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Al-Qur'an
Allah Menyatakan kepada kita dalam Al Qur'an bahwa pengabdian seperti ini yang mendominasi seluruh kehidupan orang yang beriman.
Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.(Surat Al-An’am: 162)

Sabtu, 12 Mei 2012

TK Islam Darul Falah Enrekang

TK Islam Darul Falah merupakan lembaga pendidikan prasekolah yang operasional pada awal tahun pelajaran 2008/2009. Didirikannya lembaga prasekolah tersebut atas keinginan masyarakat/orang tua santri yang mengharapkan anak mereka di didik di lingkungan Pesantren. Alhamdulillah, usulan tersebut juga di respon dengan baik oleh Bapak Ketua umum Yayasan Pendidikan Islam Enrekang; Prof. DR.Ir.H.Beddu Amang, MA dengan bantuan dana untuk pengadaaan sarana dan kelengkapan yang dibutuhkan.
Respon dari masyarakat terus meningkat, terbukti jumlah santri yang terus bertambah setiap tahun pelajaran. Pada tahun pertama mendidik 20 an santri, diikuti tahun berikutnya 42 santri dan tahun ketiga sudah mendidik 53 santri. Jumlah santri yang saat ini dibina/dididik sebanyak 73 santri. Khusus tahun pelajaran 2010/2012 TK Islam Darul Falah Enrekang menolak santri karena berbagai pertimbangan tertentu.
Fasilitas & Sarana Prasarana
Fasilitas & Sarana dan prasarana yang disediakan antara lain :Gedung belajar yang memadai terdiri atas 2 ruang untuk kelas B1 dan B2 serta 1 ruang kelas A, 1 ruang UKS, 1 ruang administrasi serta 1 ruang Kantor Kepala Sekolah dan Guru. Peralatan bermain Indoor, Peralatan bermain Outdoor dan Layanan antar pulang dengan mobil dengan biaya yang murah.
Pengelola Pendidikan
Pengelola  terdiri dari  6 orang Guru yang terampil, kompeten di pendidikan pra sekolah dengan tingkat pendidikan S1 (2 orang) dan Diploma PGTK (4 orang) dengan status  PNS DPK(2 orang) dan Guru Yayasan (4 orang).
Dalam menunjang kegiatan kurikuler dan kokurikuler, TK Islam Darul Falah menambah kegiatan, yaitu ekstrakurikuler,
Hal ini dilaksanakan agar prestasi yang terdapat pada anak didik dapat terpantau. Kegiatan ini juga agar anak terampil bersosialisasi dalam masyarakat, juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, serta menyalurkan dan mengembangkan bakat, minat dan kemampuan yang ada pada diri anak. 
Berbagai kegiatan diikuti untuk melatih kemampuan sosialisasi, motorik dan mental baik di tingkat kabupaten maupun propinsi.

Jumat, 11 Mei 2012

Rehab Auditorium


Auditorium (Aula) Pesantren Modern Darul Falah Enrekang yang berada di tengah lokasi Pondok memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses pembinaan santri. Saat ini sedang dilaksanakan rehab menyeluruh di Kampus dan aula merupakan salah bangunan yang direhab. Berada di dalam ruang Aula terdapat 2 (dua) lapangan bulutangkis yang dapat dipergunakan siang atau malam hari.
Selain digunakan untuk olahraga (bulutangkis), aula Pesantren Modern Darul Falah juga secara rutin dipakai sebagai tempat kegiatan Organisasi Santri Darul Falah saat PORSENDA (Pekan Olahraga Seni & Dakwah) setiap akhir semester 1, PORSEKA (Pekan Olahraga, Seni & Pramuka) setiap awal Tahun Pelajaran dan setiap awal semester 2 untuk mengadakan Pemilu OSDF yaitu Pemilihan Pengurus Baru OSDF.
Aula Pesantren Modern Darul Falah juga seringkali digunakan untuk kegiatan PORSENI yang diadakan oleh Dinas Dikpora, Seminar dan beberapa kali dipakai sebagai tempat Resepsi Pernikahan.
Tempatnya sangat  strategis dan memilihi lahan parkir yang luas sehingga menjadi alternatif tempat kegiatan-kegiatan pembinaan/pelatihan.
Saat ini rehab aula dilakukan pada atap, plafon dan ruang didesain berpendingin/AC sehingga memenuhi persyaratan sebagai tempat yang lebih untuk digunakan sebagai tempat seminar, pelatihan, resepsi perkawinan dan kegiatan lainnya.

Jumat, 04 Mei 2012

Penerimaan Santri Baru TP. 2012/2013


PANITIA PENERIMAAN SANTRI BARU
PESANTREN MODERN DARUL FALAH ENREKANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Jalan Jenderal Sudirman No.2 Enrekang 91712 Tlp. (0420) 21282

بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِ
P E N G U M U M A N
NO:04/PPSB-PMDF/EKG/V/2012

Assalamu’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pesantren Modern Darul Falah Enrekang yang memiliki Visi ”Mewujudkan Generasi Islam Yang Bernuansa Tiga Dimensi IMAN, ILMU, AMAL Dengan IMTAQ dan IPTEK Yang Seimbang” pada Tahun Pelajaran 2012/2013 menerima santri baru jenjang TK,SMP/MTs dan SMA atau yang sederajat dengan ketentuan sebagai berikut:

WAKTU PENDAFTRAN
Pada Tanggal 10 Mei s/d 04 Juli 2012 M

PERSYARATAN
Tingkat SMP/MTs Berijazah SD/MI atau Sederajat Tingkat SMA Berijazah SMP/MTs atau Sederajat Menyertakan :
  1. 1 Lembar Keterangan Lulus
  2. 1 Lembar Photo Copy Akte Kelahiran
  3. 5 Lembar Photocopy Kartu Keluarga
  4. 5 Lembar Photo Copy Ijazah dilegalisir
  5. 5 Lembar Photo Copy SKHU dilegalisir
  6. Pasphoto (3x4 sebanyak 3 lembar, 2x3 sebanyak 2 lembar)
MATERI DAN PELAKSANAAN TES
Materi Ujian Seleksi Meliputi :
  1. Ilmu Pengetahuan Umum dan Agama
  2. Membaca Al Qur’an ( Pemetaan Potensi Untuk Pembinaan)
Pelaksanaan Tes :
Tes dilaksanakan pada tanggal 05 Juli 2012

TEMPAT PENDAFTARAN
Sekertariat Panitia Penerimaan Santri Baru
Kampus Pesantren Modern Darul Falah Enrekang
Jalan Jenderal Sudirman No.2 Enrekang Tlp. (0420) 21282

Untuk Informasi Lebih Lanjut silahkan hubungi melalui Hp/SMS :
Amran Martin (0811422006)
Bahrum Sindang, M.Ag (081343688087)
Endang Palondongan, SE (085299140476)
Andi Hamsina, S.Pd.I (081241554026)

Brosur Penerimaan Santri Baru TP. 2012/2013

Sabtu, 31 Desember 2011

Akhir Tahun 2011 : Muhasabah (Evaluasi Diri)

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)

Gambaran Umum Hadits

Hadits di atas menggambarkan urgensi muhasabah (evaluasi diri) dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Karena hidup di dunia merupakan rangkaian dari sebuah planing dan misi besar seorang hamba, yaitu menggapai keridhaan Rab-nya. Dan dalam menjalankan misi tersebut, seseorang tentunya harus memiliki visi (ghayah), perencanaan (ahdaf), strategi (takhtith), pelaksanaan (tatbiq) dan evaluasi (muhasabah). Hal terakhir merupakan pembahasan utama yang dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam hadits ini. Bahkan dengan jelas, Rasulullah mengaitkan evaluasi dengan kesuksesan, sedangkan kegagalan dengan mengikuti hawa nafsu dan banyak angan.

Indikasi Kesuksesan dan Kegagalan

Hadits di atas dibuka Rasulullah dengan sabdanya, ‘Orang yang pandai (sukses) adalah yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya.’ Ungkapan sederhana ini sungguh menggambarkan sebuah visi yang harus dimiliki seorang muslim. Sebuah visi yang membentang bahkan menembus dimensi kehidupan dunia, yaitu visi hingga kehidupan setelah kematian.

Seorang muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi dan planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi. Karena orang sukses adalah yang mampu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertakwa adalah yang ‘rela’ mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, ‘kebahagian kehidupan ukhrawi.’

Dalam Al-Qur’an, Allah swt. seringkali mengingatkan hamba-hamba-Nya mengenai visi besar ini, di antaranya adalah dalam QS. Al-Hasyr (59): 18–19.

Muhasabah atau evaluasi atas visi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah saw. sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Selain itu, Rasulullah saw. juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu action after evaluation. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan. Dan hal ini diisyaratkan oleh Rasulullah saw. dengan sabdanya dalam hadits di atas dengan ’dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian.’ Potongan hadits yang terakhir ini diungkapkan Rasulullah saw. langsung setelah penjelasan tentang muhasabah. Karena muhasabah juga tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan.

Terdapat hal menarik yang tersirat dari hadits di atas, khususnya dalam penjelasan Rasulullah saw. mengenai kesuksesan. Orang yang pandai senantiasa evaluasi terhadap amalnya, serta beramal untuk kehidupan jangka panjangnya yaitu kehidupan akhirat. Dan evaluasi tersebut dilakukan untuk kepentingan dirinya, dalam rangka peningkatan kepribadiannya sendiri.

Sementara kebalikannya, yaitu kegagalan. Disebut oleh Rasulullah saw, dengan ‘orang yang lemah’, memiliki dua ciri mendasar yaitu orang yang mengikuti hawa nafsunya, membiarkan hidupnya tidak memiliki visi, tidak memiliki planing, tidak ada action dari planingnya, terlebih-lebih memuhasabahi perjalanan hidupnya. Sedangkan yang kedua adalah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, ’berangan-angan terhadap Allah.’ Maksudnya, adalah sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, sebagai berikut: Dia (orang yang lemah), bersamaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu berangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Urgensi Muhasabah

Imam Turmudzi setelah meriwayatkan hadits di atas, juga meriwayatkan ungkapan Umar bin Khattab dan juga ungkapan Maimun bin Mihran mengenai urgensi dari muhasabah.

1. Mengenai muhasabah, Umar r.a. mengemukakan:

‘Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia.

Sebagai sahabat yang dikenal ‘kritis’ dan visioner, Umar memahami benar urgensi dari evaluasi ini. Pada kalimat terakhir pada ungkapan di atas, Umar mengatakan bahwa orang yang biasa mengevaluasi dirinya akan meringankan hisabnya di yaumul akhir kelak. Umar paham bahwa setiap insan akan dihisab, maka iapun memerintahkan agar kita menghisab diri kita sebelum mendapatkan hisab dari Allah swt.

2. Sementara Maimun bin Mihran r.a. mengatakan:

‘Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya’.

Maimun bin Mihran merupakan seorang tabiin yang cukup masyhur. Beliau wafat pada tahun 117 H. Beliaupun sangat memahami urgensi muhasabah, sehingga beliau mengaitkan muhasabah dengan ketakwaan. Seseorang tidak dikatakan bertakwa, hingga menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri. Karena beliau melihat salah satu ciri orang yang bertakwa adalah orang yang senantiasa mengevaluasi amal-amalnya. Dan orang yang bertakwa, pastilah memiliki visi, yaitu untuk mendapatkan ridha Ilahi.

3. Urgensi lain dari muhasabah adalah karena setiap orang kelak pada hari akhir akan datang menghadap Allah swt. dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah swt. menjelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” [QS. Maryam (19): 95, Al-Anbiya’ (21): 1].

Aspek-Aspek Yang Perlu Dimuhasabahi

Terdapat beberapa aspek yang perlu dimuhasabahi oleh setiap muslim, agar ia menjadi orang yang pandai dan sukses.

1.Aspek Ibadah

Pertama kali yang harus dievaluasi setiap muslim adalah aspek ibadah. Karena ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini. [QS. Adz-Dzaariyaat (51): 56]

2. Aspek Pekerjaan & Perolehan Rizki

Aspek kedua ini sering kali dianggap remeh, atau bahkan ditinggalkan dan ditakpedulikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Karena sebagian menganggap bahwa aspek ini adalah urusan duniawi yang tidak memberikan pengaruh pada aspek ukhrawinya. Sementara dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, ‘Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.’ (HR. Turmudzi)

3.Aspek Kehidupan Sosial Keislaman

Aspek yang tidak kalah penting untuk dievaluasi adalah aspek kehidupan sosial, dalam artian hubungan muamalah, akhlak dan adab dengan sesama manusia. Karena kenyataannya aspek ini juga sangat penting, sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw. dalam sebuah hadits:

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)

Melalaikan aspek ini, dapat menjadi orang yang muflis sebagaimana digambarkan Rasulullah saw. dalam hadits di atas. Datang ke akhirat dengan membawa pahala amal ibadah yang begitu banyak, namun bersamaan dengan itu, ia juga datang ke akhirat dengan membawa dosa yang terkait dengan interaksinya yang negatif terhadap orang lain; mencaci, mencela, menuduh, memfitnah, memakan harta tetangganya, mengintimidasi dsb. Sehingga pahala kebaikannya habis untuk menutupi keburukannya. Bahkan karena kebaikannya tidak cukup untuk menutupi keburukannya tersebut, maka dosa-dosa orang-orang yang dizaliminya tersebut dicampakkan pada dirinya. Hingga jadilah ia tidak memiliki apa-apa, selain hanya dosa dan dosa, akibat tidak memperhatikan aspek ini. Na’udzubillah min dzalik.

4. Aspek Dakwah

Aspek ini sesungguhnya sangat luas untuk dibicarakan. Karena menyangkut dakwah dalam segala aspek; sosial, politik, ekonomi, dan juga substansi dari da’wah itu sendiri mengajak orang pada kebersihan jiwa, akhlaqul karimah, memakmurkan masjid, menyempurnakan ibadah, mengklimakskan kepasrahan abadi pada ilahi, banyak istighfar dan taubat dsb.

Tetapi yang cukup urgens dan sangat substansial pada evaluasi aspek dakwah ini yang perlu dievaluasi adalah, sudah sejauh mana pihak lain baik dalam skala fardi maupun jama’i, merasakan manisnya dan manfaat dari dakwah yang telah sekian lama dilakukan? Jangan sampai sebuah ‘jamaah’ dakwah kehilangan pekerjaannya yang sangat substansial, yaitu dakwah itu sendiri.

Evaluasi pada bidang dakwah ini jika dijabarkan, juga akan menjadi lebih luas. Seperti evaluasi dakwah dalam bidang tarbiyah dan kaderisasi, evaluasi dakwah dalam bidang dakwah ‘ammah, evaluasi dakwah dalam bidang siyasi, evaluasi dakwah dalam bidang iqtishadi, dsb?
Pada intinya, dakwah harus dievaluasi, agar harakah dakwah tidak hanya menjadi simbol yang substansinya telah beralih pada sektor lain yang jauh dari nilai-nilai dakwah itu sendiri. Mudah – mudahan ayat ini menjadi bahan evaluasi bagi dakwah yang sama-sama kita lakukan: Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. [QS. Yusuf (12): 108]


Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2007/09/258/makna-muhasabah/#ixzz1iAqz7UGi