TERIMA KASIH KUNJUNGAN ANDA DI WEBSITE PONDOK PESANTREN MODERN DARUL FALAH ENREKANG >>>> THANKS FOR YOUR VISITING ON DARUL FALAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL WEBSITE

Kamis, 19 Agustus 2010

"Dokumen Penting Yang Tercecer"

Sebuah cerita nonfiksi kejadian hari ini saya tuliskan sebagai peringatan bagi diri, orang lain yang kebetulan membaca cerita singkat berikut. Barangkali kejadian ini sudah terjadi ditempat lain sehingga saling umpan informasi akan menjadikan kita bisa mengambil tindakan antisipatif mewaspadai situasi selagi kita menjalankan tugas sehari-hari. Prinsipnya 'kita harus positip thinking dan tetap berhati-hati' dalam bertindak dan menjalankan kegiatan keseharian kita sesuai aturan dan norma yang berlaku, utamanya aturan agama. cerita nonfiksi pendek dituliskan dengan maksud salah satu dari sekian banyak dialog penipuan oleh pelaku bisa kita bersama ketahui sekaligus melatih penulis dalam merangkai sebuah kalimat dialog dalam sebuah cerita.

Bagian I

Aktivitas sebagian besar santri di Pesantren Modern Darul Falah Enrekang setiap ba'da subuh adalah jalan-jalan pagi mengitari jalan depan pondok memutar melalui belakang pondok dan kembali masuk yang berjarak sekitar 1 km atau kadang menempuh jalur ke jembatan lama bahkan jembatan baru. Sepulang dari Masjid seringkali saya mampir kantor, untuk sekedar mempersiapkan apa-apa yang akan saya kerjakan hari ini, atau membuat tulisan-tulisan atau artikel yang menjadi bahan postingan ke 3 blog saya.
Sepulang dari kantor dalam perjalanan di dalam kampus saya dengar pembicaran santri putri tentang ditemukannya cek yang besar nilainya tapi saya kurang menghiraukan, biasa ... celoteh santri. Tapi rupanya memang benar faktanya karena tidak lama kemudian seorang pembina putri kirim sms yang mengabarkan hal tersebut. Saya pastikan informasi dengan menelepon pembina putri tersebut dan dia membenarkan adanya penemuan.
Setelah saya lihat temuan amplop terdapat didalamnya selembar SIUP-Besar (Surat Ijiin Usaha Perdagangan) Besar dikeluarkan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Pemerintah Propinsi Daerah Jawa Timur, atas nama PT. MICO GRAHA PAVINDO dengan alamat Jl. Kertajaya Indah Timur 14 C-9 a.n. Ir. SULAKSONO TRI SARDJONO kemudian selembar Surat Keterangan Tanah dari BPN Manokwari serta selembar cek BCA sebesar 2.700.000.000,- (2,7 Milyar). Disaksikan Pembina putri dan para santri putri, didorong kewajiban bahwa barang temuan harus dikembalikan ke pemiliknya serta rasa kasihan karena lembaran tersebut tentu sangat berharga sekali, kami saya coba menghubungi pemilik yang kebetulan nomor ponselnya tertera di SIUP dengan tanpa sedikitpun ada prasangka buruk dan murni berniat menolong (apalagi khan lagi puasa...sedangkan bukan puasa keseharian kita harus terus 'berjuang keras' untuk jujur).
"Assalamu'alakum, Apakah betul ini Bapak Ir. Sulaksono?, apakah anda kehilangan amplop Pak ?, tanya saya menanyakan nama dan perihal amplop.
"Oh, ya pak..kami sedang dalam kepentingan bisnis di sulawesi mencari daerah pemasaran dan tercecer dokumen penting kami dalam amplop, ada SIUP..Surat Keterangan Tanah dan Cek. Apakah masih lengkap Pak ?' sambut Ir. Sulaksono
"Ya, Pak ! masih lengkap ketiganya disini" jawab saya lebih yakin karena Ir. Sulaksono pas menyebutkan barangnya yang hilang dengan tepat !
"Kalau bisa minta tolong amplop tersebut Pak dikirim lewat TIKI atau POS besok ke alamat yang tertera di SIUP, hari ini kami siap kirim kompensasinya"usul Ir. Sulaksono
Tanpa rasa curiga dan terfikir 'kompensasi' bisa dimanfaatkan untuk Pondok muncul ide mengarahkan kepada Ir. Sulaksono untuk memberikan Infaq atau shadaqahnya.
"Begini Pak, kebetulan kami bersama santri yang berjumlah 200-an orang,ada kegiatan berbuka puasa bersama, jadi kalau bapak berkenan kerelaannya memberikan infaq/shadaqah untuk kegiatan tersebut" jawab saya sambil membayangkan santri berbuka bersama.
Saat teringat sebelum telpon saya sempat cek pulsa HP saya tinggal sedikit, terpikir jangan sampai terputus pembicaraan kami tawarkan Ir. Sulaksono untuk kembali menghubungi kami kembali dan handphone saya matikan.

Bagian II

Bergerombol santri di pondok bagian depan mengisi waktu bercerita sesudah kerja bakti sambil nonton santri lain main bola volley. Sambil menunggu call dari Ir. Sulaksono saya berjalan-jalan ke bagian depan Pondok, cerita dengan santri dan ustadz lainnya sambil memperlihatkan amplop tersebut, sudah ada kecurigaan awal kenapa musim jalanan basah karena hujan amplopnya kering bersih ?
"Ada plastik pembungkusnya tadi pak", salah satu santri putri yang duduk menjawab.
Karena tidak ada panggilan saya kembali ke rumah untuk bermain dengan anak-anak di rumah. Dan ponsel berbunyi tanda panggilan, saya lihat dari nomor dengan pemilik Ir. Sulaksono.
"Hallo, Assalamu'alaikum", sambut saya
"Walaikum salam. Begini Pak, terkait temuan amplop kebijakan dari kantor kami akan kirimkan kompensasinya sekaligus membantu pondok Bapak sekitar 7,5 juta. Uang akan kami kirimkan hari ini dan besok tolong kirim dokumennya Pak" jawab Ir. Sulaksono
"Saya perjelas disini ya Pak, ini kami berniat menolong mengembalikan milik Bapak jadi kami harapkan keikhasan dan bapak tidak merasa diperas oleh kami", sambut saya dengan kuatir jangan sampai niat baik kami dipersepsikan ambil keuntungan dengan memeras.
"Tidak Pak, ini murni kebijakan Perusahaan. Jadi tolong no. rekening kalau bisa dikirimkan hari ini, supaya kami segera bisa mengirim", jawab Ir. Sulaksono
"Terima kasih sebelumnya Pak, InsyaAllah bantuan Bapak kami manfaatkan seluruhnya untuk kegiatan Pondok", saya meyakinkan Ir. Sulaksono yang akan memberikan shadaqahnya atas nama perusahaan.
Dengan sedikit harapan dan wujud tanggungjawab sebagai pimpinan terhadap pondok ingin menyenangkan santri dengan lebih melipatgandakan layanan gizi santri saya kirim lewat sms no. rekening pribadi keluarga yang paling sedikit saldonya.
Setelah terkirim, saya nalar dan mengingat dari berbagai aspeknya, dan ...
  1. kenapa ya .. orang kehilangan surat berharga yang bernilai tinggi bicaranya tenang sekali, sopan dan sangat 'prosedural', biasanya khan panik..dan sepertinya saya ingat cara bicaranya ( 3 kali kejadian serupa dengan modus lewat telepon kantor)
  2. cerobohnya menyimpan surat berharga, apalagi ada cek Bank BCA padahal di sulsel, sepenglihatan saya dan khususnya enrekang tidak ada Bank BCA !! apalagi dengan nilai yang sedemikian besarnya
  3. dokumen-dokumen tersebut sepertinya tercetak pada lembar kertas HVS 70 gram, dengan kualitas kurang baik padahal biasanya kertas berharga pada kertas tebal dan tercetak dengan kualitas baik.
  4. Pesantren seringkali mendapat tawaran bantuan yang mengatasnamakan pejabat, tetapi sejauh ini berhasil di hindari...apakah minta nomor rek dalam peristiwa ini juga penipuan lagi ?
Karena curiga saya langsung ke kantor, buka Laptop dan online Internet. Tanya kepada Mbah Google dengan mengetik PT. MICO GRAHA PAVINDO, lalu enter !! Masya'Allah, banyak berita penipuan mengatasnamakan PT. MICO GRAHA PAVINDO tersebar di seluruh Indonesia dengan modus seperti ini di Internet. Waah harus ambil tindakan cepat dan baru teringat pula no. rek yang terkirim adalah no. rek gaji PNS ku. Saya ambil kunci motor langsung start ke BNI untuk cek lewat ATM ! saldo akhir utuh, mungkin Ir. Sulaksono dan Timnya belum sempat ambil.
Balik ke kantor saya buka blog dan sempat saya buat 1 postingan di ppmdarulfalahenrekang.blogspot.com dengan judul 'penipuan dengan modus baru di Enrekang' dan selesai setengah matang beritanya. Sudah menunjukkan pukul 11, waktunya jemput istri pulang kerja di Depag.

Bagian III

Ba'da Jum'atan, langsung ambil tindakan preventif ke Bank Sulsel/BPD dan menutup no. rek gaji lama dan membuka no. rek gaji baru di pelayanan diketahui bagian bendahara gaji daerah yang berada Bank Sulsel. Dan selesai dalam waktu singkat serta petugas menjelaskan gaji bulan berikut otomatis masuk ke rekening baru. Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan ilmu lagi melalui peristiwa ini.
Terakhir, sempat saya sms ke "Ir. Sulaksono" supaya jangan melakukan penipuan lagi karena akan merugikan diri sendiri (untuk sesaat saja untung), merugikan keluarga dan masyarakat. Dan saya tambahai kalimat sms saya, supaya 'Ir Sulaksono hati-hati kalau menyeberang karena sudah ada yang menunggu'. Amin
Ponselku berbunyi Ir. Sulaksono bertanya" apa maksud sms kita Pak ?", suara dari seberang menanyakan sambil bergetar. Rupanya ada rasa kekuatiran juga dengan sms terakhir saya. Saya jelaskan kembali agar jangan menipu karena itu perbuatan dosa, mungkin jangka pendek Bapak menikmatinya tetapi hari kedepan tersiksa anda. Handphone diseberang ditutup dan berakhir juga cerita ini.
Saya kembali buka blog dan cerita nonfiksi ini saya rubah judul cerita nonfiksi menjadi " Dokumen Penting Yang Tercecer"
Alhamdulillah

Cerita berakhir.

Rihlah Dakwah Ramadhan sampai Hari Ke IV

Hari Pertama dimulai pada Selasa, 16 Agustus 2010M/6 Ramadhan 1431H selepas shalat Magrib setelah berbuka Tim Rihlah Putra melakukan Dakwah di Enrekang Utara pada 11 masjid di Kulinjang, Malawwe, Papi, Garutu, Temban, Tungka, Galung dan Batu-batu menggunakan sebuah mobil dan motor. Tim yang naik motor diperuntukkanbagi daerah yang sulit dilalui mobil atau jalanannya menyimpang dari jalur utama. Sedangkan Tim Rihlah Dakwah Putri melakukan Dakwah di Kecamatan Cendana sebanyak 14 Masjid di Riso, Panette, Cendana Atas, Cendana Bawah, Lekkong, Garege, Lebang, Baba, Pudukku, Darra, Kabere, Mallaga dan Karrang. Alhamdulillah hari I Rihlah Dakwah berlangsung lancar dan sukses.

Tim Rihlah Dakwah Ramadhan 1431 H pada Hari Ke IV

Hari Kedua Rihlah Dakwah dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Agustus 2010M/7 Ramadhan 1431H Gabungan Tim Rihlah Dakwah Putra dan Putri menggunakan 2 buah mobil dan 2 motor mengadakan Dakwah di Kecamatan Anggeraja dengan Masjid tujuan sebanyak 23 Masjid di Cakke, Karengke, Pasaran, Tontonan, batu Rampun, Sossok, Belalang, Bunu', Mampu, Bunggawai, Ra'cak, Sangeran, Marena, Kotu, Lura, Sumulluk, Kandak, Kasambi, Cendana dan Singki. Karena rencana berbuka di lokasi ( Cakke dan Singki) karena lokasi Dakwah agak jauh jaraknya maka Tim berangkat ba'da shalat Ashar dalam keadaan hujan yang deras dan Alhamdulillah sekitar jam 22 WITA Tim tiba di Pondok.

Pada hari ketiga, Tim Putra menuju lokasi di Kecamatan Malua, meliputi Malua, Kolai, Bule', Basaran, Buntu Lamba dan Pontana. Sedangkan Tim Putri menuju masjid pada jalur ke Kecamatan Maiwa/Pasang dengan sasaran daerah Pasang, Marassi, Saloaja, Manggogo, Lewaja, Bitu, Kuku' dan Bisang. Pada hari ketiga sebanyak 16 masjid dikunjungi.

Pada hari keempat, 19 Agustus 2010M/9 Ramadhan 1431H Tim Rihlah Dakwah Putra dan Putri menuju ke Kecamatan Baraka dengan Masjid tujuan sebanyak 19 Masjid, meliputi daerah Balla', Baraka, Saruran, Buntu Lamba', Tampang, Kalimbua, Pelappo, Banca, Gura, Matarin, Gandeng, Balombong dan Peawan. Ba'da shalat Ashar Tim menggunakan 2 buah mobil dan 2 motor berangkat ke daerah tujuan Rihlah Dakwah.


Selasa, 17 Agustus 2010

Rihlah Dakwah Ramadhan 1431 Hijriah

Latar Belakang

Rihlah Dakwah Ramadhan 1431 H Pesantren Modern Darul Falah Enrekang merupakan dakwah Islamiyah yang mengandung makna penyebaran ajaran dan pengetahuan Agama Islam yang dilakukan secara Islami, baik berupa seruan untuk meningkatkan kualitas Iman dan Taqwa dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT maupun dalam bentuk pencegahan terhadap kemungkaran. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ali Imran 104 yang artinya :

" Dan hendaknya di antara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung "

Bulan Ramadhan adalah bulan suci bagi ummat Islam yang merupakan momentum yang tepat bagi dakwah Islamiyah. Untuk itu sebagai kegiatan rutin tahunan pada Ramadhan 1431 Hijriah ini kembali diadakan Rihlah Dakwah Ramadhan.

Tujuan
  1. merupakan sarana pembelajaran SDM yaitu bagi santri dan pembina terjun ke masyarakat dalam rangka peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam
  2. menyemarakkan syiar Islam pada bulan ramadhan 1431 H
  3. menjalin Ukhuwah Islamiyah antara Pesantren dengan masyarakat
  4. mengenalkan Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam kepada masyarakat luas
Tema
" Aktualisasi Ajaran-ajaran Islam Dalam Kehidupan Pribadi, Keluarga, Dan Masyarakat Menuju Masyarakat Yang Islami"

Pelaksana Kagiatan
Terbentuk Panitia Rihlah Dakwah Ramadhan dari Undur Guru/Pembina dengan Susunan Ketua (Ust. Nasan, S.Pd.I), Sekretaris (Ust. Hayatuddin, S.Pd.I), Bendahara (H. Abd. Kadir Ende), dibantu Koordinator Publikasi Dokumentasi (Endang, S.E), Transportasi (Drs. Bidu Badiri), Konsumsi (Hasniah), Penggalian Dana (Bahrum Sindang, M.Ag)

Sedang Mubaligh/Mubalighah terdiri dari unsur pembina sebagai pendamping/pengarah ( 4 orang), santri putra (20 orang) dan santri putri (20 orang)

Waktu Dan Daerah Tujuan
  1. 16 Agustus 2010M/6 Ramadhan 1431H di Kecamatan Enrekang (11 Masjid) dan Kecamatan Cendana (14 Masjid)
  2. 17 Agustus 2010M/7 Ramadhan 1431H di Kecamatan Anggeraja (23 Masjid)
  3. 18 Agustus 2010M/8 Ramadhan 1431H di Kecamatan Malua (6 Masjid) dan Kecamatan Maiwa/Pasang (10 Masjid)
  4. 19 Agustus 2010M/9 Ramadhan 1431H di Kecamatan Baraka (19 Masjid)
  5. 20 Agustus 2010M/10 Ramadhan 1431H di Kecamatan Buntu Batu (10 Masjid) dan Kecamatan Baraka/Banti (10 Masjid)
  6. 21 Agustus 2010M/11 Ramadhan 1431H di Kecamatan Curio (10 Masjid) dan Kecamatan Baroko (7 Masjid)
  7. 22 Agustus 2010M/12 Ramadhan 1431H di Kecamatan Alla' (23 Masjid)
  8. 23 Agustus 2010M/13 Ramadhan 1431H di Tanah Toraja (8 Masjid)
Jadi Total sasaran Masjid yang dikunjungi dalam Rihlah Dakwah Ramadhan sekitar 132 masjid.


Kalender Pendidikan Pesantren TP 2010/2011

Hasil Keputusan Rapat pada hari selasa, 13 Juli 2010 dipimpin oleh Direktur menghadirkan Ketua Pelaksana Harian YPIE, Kepala Sekolah/Madrasah, Kepala Kepesantrenan, Kepala Kampus, Dewan Guru dan Peawai/Staf berdasarkan draf kalender pendidikan yang dibuat setelah dilakukan musyawarah diputuskan Kalender Pendidikan Pesantren TP 2010/2011 untuk menjadi acuan waktu pelaksanaan seluruh program kegiatan di Sekolah/Madrasah, Kampus dan Kepesantrenan.
Kalender Pendidikan Pesantren Modern Darul Falah Enrekang TP. 2010/2011 sebagai berikut :


Ramadhan 1431 H, SMP M.Ts dan SMA Darul Falah Tetap Belajar

Santri SMP, M.Ts dan SMA Darul Falah pada bulan suci ramadhan 1431 Hijriah sebagaimana tahun tahun sebelumnya masuk KBM sekitar 2 pekan. Kalender Pendidikan di Pesantren Modern Darul Falah Enrekang TP 2010/2011 mengatur KBM pada bulan ramadhan 1431 Hijriah dimulai pada tanggal 12 s.d 25 Agustus 2010. Sedangkan pada awal ramadhan tanggal 11 Agustus santri libur tidak belajar di kelas. Aturan bagi santri, seluruh santri putra dan putri tidak diijinkan pulang ke rumah/kampung. Pada tanggal 26 Agustus 2010 bertepatan hari kamis dilakukan pemulangan serentak untuk liburan sampai tanggal 17 September 2010.
Kebijakan ini diterapkan mengingat bahwa pendidikan di pondok pesantren berbeda dengan sekolah umum. Pada pagi hari dipakai belajar formal di kelas dimulai jam 07.30 s.d 11.50 WITA untuk 8 jam pelajaran dengan 1 jam pelajaran terhitung 30 menit. Selesai KBM di sekolah sebelum waktu shalat dan sesudahnya masing-masing santri disibukkan dengan membaca Al Qur'an di masjid.
Ba'da Ashar kegiatan bebas santri, ada yang berolahraga, tadarussan, dan kegiatan personal lainnya. Sambil menunggu berbuka puasa bersama di Masjid Ta'miru Darul Falah mereka membaca Al Qur'an sampai waktu berbuka. Santri di siapkan ifthar/pembuka berupa kue manis, jalkot, dengan minuman sirup atau kolak. Pada malam hari kegiatan santri adalah shalat isya' berjamaah dilanjutkan shalat taraweh yang didahului dengan ceramah ramadhan oleh para santri secara bergiliran.
Kegiatan rutin tahunan setiap ramadhan adalah rihlah dakwah ramadhan (safari ramadhan) yang dimulai tanggal 16 s.d 23 Agustus 1431M/6 s.d 13 Ramadhan 1431H yang menjangkau 11 kecamatan di kabupaten Enrekang dan Tana Toraja. Jumlah keseluruhan masjid yang akan dikunjungi sebanyak 132 masjid di Kabupaten Enrekang dan 10 amsjid di Tana Toraja dengan mengikutsertakan 44 mubaligh/mubaligah terdiri dari santri putra (20 orang) dan santri putri (20 orang) dan didampingi Ustadz sebanyak 4 orang.
Kegiatan Rihlah Dakwah Ramadhan 1431 Hijriah yang diketuai oleh Ustadz Nasan, S.Pd.I yang juga Kepala Kepesantrenan, Sekretaris Ustadz Hayatuddin, S.Pd.I (Kepala Kampus) dibantu koordinator dan seksi mempersiapkan semua kegiatan dan menargetkan kegiatan ramadhan 1431 H tahun ini sukses dan lancar. Amin

Senin, 16 Agustus 2010

Filosofi Semut, Laba-laba, dan Lebah

Ada tiga jenis serangga yang bukan hanya disebut, tapi menjadi nama surat dalam Alquran, yaitu semut (an-naml), laba-laba (al-ankabut), dan lebah (an-nahl). Ada apa dengan tiga jenis serangga ini? Allah menyodorkan tamsil-tamsil untuk menjadi ‘ibrah (pelajaran) untuk
manusia.

Marilah kita perhatikan semut. Ia menghimpun makanannya sedikit demi sedikit. Ia terus mengangkut makanan tanpa memperhatikan kemampuan fisik untuk menyangganya. Kita sering melihat semut berjalan terseok-seok karena ia menggendong makanan yang jauh lebih besar dan banyak ketimbang tubuhnya. Ia terus menumpuk makanan untuk stok selama sekian tahun, padahal umurnya tidak lebih dari setahun.

Marilah kita perhatikan laba-laba. Ia binatang dengan sarang paling rapuh. Tapi jangan remehkan sarang laba-laba. Sarangnya yang terlihat rapuh itu adalah jebakan. Binatang lain yang tersangkut jaring laba-laba, ia akan terjebak di sana dan harus berjuang keras lepas dari jaring-jaringnya. Jika gagal, ia akan dimangsa laba-laba. Jaring laba-laba bukan tempat yang aman untuk berlindung. Bahkan laba-laba jantan bisa dihabisi betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling bertumbukan dan dapat saling memusnahkan.

Terakhir, mari kita perhatikan lebah. Binatang ini sangat disiplin dalam pembagian kerja. Ada lebah pekerja, ada lebah ratu, dan ada lebah pejantan. Semua bekerja dengan teratur tanpa saling menyikut atau mengeluh. Segala residu yang tidak berguna disingkirkan dari sarang. Makanannya terpilih dari yang baik-baik yaitu nektar (sari bunga). Dari sari makanan yang baik dihasilkan produk yang baik yaitu madu. Sarang lebah juga terkenal sangat steril sehingga tidak ada bakteri yang menyusup karena itu tidak ada pembusukan di sarang lebah. Lebah tidak akan menggangu kecuali ada yang menyerangnya. Bahkan, sengatan lebah bisa menjadi obat dan sarana sejumlah terapi kesehatan.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari tamsil Quran ini? Pertama, semut mewakili budaya menumpuk dan menghimpun tanpa kemampuan untuk mengolahnya. Apa yang ia tumpuk melebihi kemampuan untuk memikulnya. Dalam beberapa hal, budaya semut mencerminkan konsumtivisme dan kerakusan. Kita lihat semut kadang bergulat dengan sesama jenisnya ketika merubung gula. Kedua, laba-laba. Ia mewakili insting untuk memangsa. Dalam rangka melindungi diri dan kepentingannya, laba-laba tidak sayang untuk menjebak dan memangsa makhluk lain, bahkan pasanganya sendiri. Dalam beberapa hal, laba-laba mewakili sifat egoisme dan individualisme. Ketiga, lebah. Ia serangga yang paling istimewa. Ia tidak pernah mengganggu dan merugikan makhluk lain. Bahkan ia selalu memberi kebaikan, dalam madu dan bahkan pada sengatannya. Nabi Muhammad saw mengibaratkan seorang mu’min seperti lebah: “Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan berguna untuk orang lain, dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya.”

Marilah kita berupaya untuk menjadi semakin dekat dengan sifat-sifat lebah, selalu memberi yang baik-baik, dan tidak menganggu serta menyakiti orang lain.

Sumber : Ali Masykur Musa

Kenapa Harus Halalan Thayyiban ?

Makanan sehat adalah yang mengandung gizi cukup dan seimbang sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an, diantaranya (QS. 16 : 14) yang menganjurkan mengkonsumsi daging segar, dan ikan. Sementara (QS. 23 : 19) untuk mengkonsumsi makanan nabati, (QS. 23 : 21) mengkonsumsi daging hewan ternak berikut air susunya, sedangkan ( QS. 16 : 69) memerintahkan mengkonsumsi madu sebagai pengobatan.

Makanan yang seimbang artinya sesuai dengan kebutuhan konsumen tidak terlalu berlebihan (tabdzir) atau berkekurangan, tidak melampaui batas yang wajar. Firman Allah SWT Al ‘Araaf : 31 “Hai anak Adam, pakailah-pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang berlebihan”. Ayat ini memerintahkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman secara seimbang. Perintah ini, juga dijelaskan oleh sabda Nabi, yang menganjurkan hendaknya manusia mengkonsumsi makanan dan minuman sesuai kebutuhan.

Aman artinya tidak menyebabkan penyakit, dengan kata lain aman secara duniawi dan ukhrawi. Keamanan pangan (food safety) ini secara implisit dinyatakan dalam Al Maidah : 88 “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”. Ayat ini memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi makanan dalam konteks ketakwaan dan merangkaikan perintah konsumsi makanan dengan perintah takwa.

Rangkaian yang mengharuskan manusia untuk tetap dalam koridor ketakwaan pada saat menjalankan perintah konsumsi makanan. Supaya manusia berupaya menghindari makanan yang mengakibatkan siksa dan terganggunya rasa aman.

Siksaan yang dialami manusia merupakan balasan terhadap pelanggarannya pada hukum-hukum Allah SWT. Siksaan Allah di akhirat kelak dikarenakan keingkaran manusia terhadap hukum – hukum syari’at. Sedangkan siksaan Allah SWT di dunia diakibatkan oleh pelanggaran manusia terhadap hukum-hukum Allah yang berlaku di alam ini.

Bahwa pangan termasuk, hukum-hukum Tuhan di dunia ini, misalnya, ditunjukkan oleh “siapa yang mengkonsumsi makanan yang mengandung penyakit atau kotor, maka yang bersangkutan akan menderita sakit”. Penyakit dalam hal ini merupakan siksaan Allah SWT di dunia.

Perintah bertakwa dalam ayat di atas mengharuskan manusia agar hanya memproduksi dan atau mengkonsumsi makanan yang tidak menimbulkan penyakit, atau yang dapat memberikan rasa aman duniawi dan ukhrawi.

Dalam kaitan ini, penggalan ayat 4, surat An Nisaa, mengingatkan agar manusia mengkonsumsi makanan dengan sedap lagi baik akibatnya. Sementara itu, dewasa ini kita menyaksikan semakin menggejalanya penyakit modern yang besar kemungkinan diakibatkan oleh ketidakamanan pangan, ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan pemenuhan, atau ketidakseimbangan komposisi gizi makanan.

Mengkonsumsi makanan yang halalan thayyiban sangat erat kaitannya dengan masalah iman dan takwa. Keterkaitan ini telah Allah SWT tegaskan dalam Al-Qur’an, surat Al – Maaidah, ayat 88. Penggalan pertama ayat ini memerintahkan orang-orang beriman untuk mengkonsumsi makanan yang halalan thayyiban yang telah Allah SWT sediakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Sementara penggalan kedua dari ayat ini mengingatkan agar orang-orang beriman berhati-hati dan waspada dalam memilih makanan yang hendak dikonsumsinya, dan selalu berupaya meraih karunia Allah SWT pada saat mengkonsumsinya. Ayat di atas menekankan kecuali substansi materi makanan harus halalan thayyiban juga segi kehalalan dalam mendapatkannya.

Selanjutnya firman Allah SWT dalam (QS 2 : 172) menganjurkan manusia untuk mengkonsumsi makanan yang thayyib dan merealisasikan rasa syukur. Ayat ini menegaskan bahwa mengkonsumsi makanan yang halalan thayyiban merupakan implementasi rasa syukur manusia kepada Allah SWT.

Rasa syukur ini lahir dari dua hal, yaitu :
  1. kesadaran untuk bersyukur kepada Allah SWT yang mengkaruniakan kemampuan psikis dan fisik sehingga manusia sanggup berusaha mendapatkan bahan pangan.
  2. kesadaran untuk bersyukur kepada Allah SWT yang telah menyediakan beraneka ragam bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan vital manusia agar tetap hidup di dunia ini.

Bila dihubungkan dengan (QS 2 : 173), yang mengharamkan konsumsi beberapa bahan pangan tertentu, maka makna halalan thayyiban dititik beratkan pada substansi materi atau dzat makanan itu sendiri.

Sementara itu, firman-Nya dalam (QS. 2 : 168) yang memerintahkan untuk mengkonsumsi makanan yang halalan thayyiban diiringi dengan larangan-Nya mengikuti langkah – langkah syetan.

Karena itu, manusia harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pendekatan diri yang kontinyu ini disebut taqwa. Ayat itu, diperjelas oleh sabda Nabi Muhammad SAW, mengenai ditolaknya doa seseorang karena yang bersangkutan mengkonsumsi makanan yang haram.

Akhirnya perlu ditegaskan bahwa kehalalan atau keharaman pangan berkaitan erat dengan keimanan. Penghalalan atau pengharaman merupakan hak prerogatif Allah SWT dan manusia harus menerimanya secara imani.

Begitu pula mengenai kemanfaatan atau kemudharatan makanan yang dihalalkan atau diharamkan. Konsekuensinya, penentuan status hukum halal – haram, atau syubhat, mesti mengacu kepada Al-Quran dan sunnah Rasul.

Berbeda dari halalan, aspek thayyiban sepatutnya melalui pertimbangan rasio dengan mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui upaya seperti ini manusia dapat mengetahui dan membedakan antara makanan yang menguntungkan atau merugikan kesehatan jasmani dan ruhani. Ini bisa saja bersifat khusus dan relatif, Misal karena mengidap suatu penyakit seseorang dilarang mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Bila sudah sembuh, yang bersangkutan diperbolehkan mengkonsumsi makanan tersebut.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Hikmah Puasa

Manusia merupakan makhluk yang tertinggi derajatnya, oleh karena itu manusia diutus oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk yang tertinggi yang membedakan antara manusia dengan makhluk Allah yang lain adalah manusia dikaruniai oleh Allah dengan akal sedangkan makhluk Allah yang lain tidak. Dengan akalnya ini manusia berusaha sejauh mungkin untuk mengupas rahasia-rahasia alam karena alam semesta ini diciptakan oleh Allah dan tak akan lepas dari tujuannya untuk memenuhi kebutuhan makhluknya. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam salah satu firman-Nya :

"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini (langit dan bumi) dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka"

(QS. Ali Imran : 191)

Ayat inilah yang membuat orang mulai berpikir untuk mencari hikmah dan manfaat yang terkandung dalam setiap perintah maupun larangan Allah diantaranya adalah hikmah yang tersembunyi dari kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang diperintahkan oleh Allah khusus kepada orang-orang yang beriman. Hal ini seperti disebutkan di dalam firman Allah yaitu :

"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa"

(QS. Al Baqarah : 183)

Sudah barang tentu hikmah puasa tersebut sangat banyak baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umat (masyarakat) pada umumnya. Diantara hikmah-hikmah tersebut yang terpenting dan mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia sampai saat ini antara lain :

a. Memelihara kesehatan jasmani (Badaniyah)

Sudah menjadi kesepakatan para ahli medis, bahwa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mencerna dan mengolah makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.

Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sehat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim yaitu :

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

"Berpuasalah maka kamu akan sehat"

(HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)

Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa"

(HR. Ibnu Majah)

Dalam penelitian ilmiah, kebenaran hadis ini terbukti antara lain :

1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.

2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibbul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb.

3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.

4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah.

b. Membersihkan rohani dari sifat-sifat hewani menuju kepada sifat-sifat malaikat

Hal ini ditandai dengan kemampuan orang berpuasa untuk meninggalkan sifat-sifat hewani seperti makan, minum (di siang hari). Mampu menjaga panca indera dari perbuatan-perbuatan maksiat dan memusatkan pikiran dan perasaan untuk berzikir kepada Allah (Zikrullah). Hal ini merupakan manifestasi (perwujudan) dari sifat-sifat malaikat, sebab malaikat merupakan makhluk yang paling dekat dengan Allah, selalu berzikir kepada Allah, selalu bersih, dan doanya selalu diterima.

Dengan demikian maka wajarlah bagi orang yang berpuasa mendapatkan fasilitas dari Allah yaitu dipersamakan dengan malaikat. Hal ini diperkuat oleh sabda Rasulullah dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Turmudzi yaitu :

"Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, kepala negara yang adil, dan orang yang teraniaya"(HR. Turmudzi).

Juga dalam hadits lain dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘As, Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya orang yang berpuasa diwaktu ia berbuka tersedia doa yang makbul"

(HR. Ibnu Majah)

Disamping itu hikmah yang terpenting dari berpuasa adalah diampuni dosanya oleh Allah SWT sehingga jiwanya menjadi bersih dan akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah SWT. Hal ini diperkuat dengan hadits Nabi yaitu :

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda :

"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan perhitungannya (mengharapkan keridla’an Allah) maka diampunilah dosa-dosanya.

(HR. Bukhari)

Juga dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari yaitu :

Dari Sahl r.a dari Nabi SAW beliau bersabda :

"Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan Rayyan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga dari pintu itu. Tidak seorangpun masuk dari pintu itu selain mereka. (Mereka) dipanggil : Mana orang yang berpuasa ? Lalu mereka berdiri. Setelah mereka itu masuk, pintu segera dikunci, maka tidak seorangpun lagi yang dapat masuk"

(HR. Bukhari)

Dengan demikian maka dapatlah disimpulkan bahwa berpuasa membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia baik sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial. Sehingga setelah seseorang selesai menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan diharapkan ia menjadi bersih dan sehat baik jasmani maupun rohani dan kembali suci bagai bayi yang baru lahir. Amiin.

Tuntunan Puasa Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم

Definisi Puasa.

Secara bahasa bermakna menahan.

Sementara menurut syariat, Imam Al-Qurthubi -rahimahullah- berkata, “Dia (puasa) adalah perbuatan menahan diri dari semua pembatal puasa disertai dengan niat (ibadah), sejak dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.” (Tafsir Al-Qurthubi pada ayat 183 dari surah Al-Baqarah)

Imam An-Nawawi berkata -memberikan definisi puasa- dalam Al-Majmu’ (6/247), “Penahanan yang bersifat khusus, dari sesuatu yang tertentu, yang dikerjakan pada waktu tertentu, dan dilakukan oleh orang tertentu.”

Ucapan beliau, “dari sesuatu yang tertentu,” yakni seorang yang berpuasa tidaklah menahan diri dari segala sesuatu akan tetapi terbatas pada apa yang bisa membatalkan puasanya. “Pada waktu tertentu,” yakni hanya pada siang hari dan pada hari-hari yang disyariatkan berpuasa di situ. “Oleh orang tertentu,” yakni hanya bagi mereka yang telah mumayyiz dan sanggup untuk berpuasa.

Pembagian Puasa.

Puasa dalam syariat Islam terbagi menjadi dua:

1. Puasa sunnah.

2. Puasa wajib, dan dia ada tiga jenis:

· Yang wajib karena waktu. Ini adalah puasa ramadhan, dan puasa ini yang akan kita bahas hukum-hukumnya.

· Yang wajib karena adanya sebab, dan dia adalah puasa dalam membayar kaffarat.

· Yang wajib karena seseorang mewajibkannya atas dirinya, yaitu puasa nazar.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata dalam Kitab Ash-Shiyam dari Syarah Al-Umdah (1/26), “Puasa itu ada lima jenis: Puasa yang wajib dengan syara’ yaitu puasa bulan ramadhan baik yang ada`an maupun qadha`, puasa wajib dalam kaffarah, yang wajib karena nazar, dan puasa sunnah.” Lihat juga Shahih Fiqhus Sunnah (2/88)

Hukum Puasa Ramadhan.

Puasa ramadhan hukumnya adalah wajib atas setiap muslim yang balig, berakal, sehat dan muqim (bukan musafir). Dia merupakan salah satu dari rukun Islam, yang kewajibannya ditunjukkan oleh Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’ umat ini.

Allah Ta’ala berfirman, Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang bisa menjalankannya (tapi mereka tidak berpuasa) untuk membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.(QS. Al-Baqarah: 183-185)

Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat ‘laa ilaha illallah’ dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji, dan berpuasa ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16 dari Ibnu Umar)

Umat Islam telah bersepakat bahwa puasa ramadhan adalah wajib. Barang siapa yang mengingkari kewajibannya maka dia kafir keluar dari Islam, dan barangsiapa yang meninggalkannya dengan sengaja tapi tetap meyakini wajibnya maka dia tidak kafir, akan tetapi dia telah bergelimang dengan dosa besar, wal’iyadzu billah.

Faidah:

Al-Mardawi dalam Al-Inshaf (3/269) menukil kesepakatan ulama bahwa puasa ramadhan diwajibkan pada tahun kedua hijriah.

Keutamaan Puasa Ramadhan

Di antara dalil-dalil keutamaannya adalah:

1. Dari Abu Hurairah secara marfu’ dalam hadits Qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ, فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ. الصِّيَامُ جُنَّةٌ

“Semua amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena dia itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai.” (HR. Al-Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)

2. Juga dari Abu Hurairah, Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka akan diampuni seluruh dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari no. 1900 dan Muslim no. 760)

3. Dari Abu Said Al-Khudri secara marfu’:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ بَاعَدَ اللهُ بِهَذاَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah kecuali karenanya Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh 70 tahun perjalanan.” (HR. Al-Bukhari no. 2840 dan Muslim no. 1153)

4. Dari Abu Hurairah secara marfu’:

“Jika bulan ramadhan telah tiba, pintu-pintu langit -dalam sebagian riwayat: Pintu-pintu surga­- dan pintu-pintu jahannam ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Al-Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079)

5. Masih dari Abu Hurairah secara marfu’:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسَةُ, وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ, وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ, مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

“Shalat yang lima waktu, shalat jumat satu ke shalat jumat selanjutnya, dari satu ramadhan ke ramadhan berikutnya, semuanya adalah penghapus dosa-dosa yang ada di antara keduanya, jika dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim no.233)

[Shahih Fiqhus Sunnah hal. 87-90]

Sumber al-atsariyyah.com

Pengganti GMT Bagi Dunia Islam ?

Lebih dari satu abad, sebuah titik di atas bukit di London telah diakui sebagai pusat waktu dunia dan titik awal setiap hari baru. Tapi sekarang supremasi Greenwich Mean Time (GMT) ditantang oleh jam raksasa yang baru dibangun di Mekah. Jam Mekah itu akan menjadi patokan baru bagi 1,5 miliar muslim dunia. Karena jam itu mulai berdetak pada Rabu, saat umat muslim mulai puasa bulan Ramadhan. Jam itu duduk di atas Mekkah Royal Clock Tower yang mendominasi kota paling suci Islam. Tempat itu adalah jantung dari sebuah kompleks luas yang didanai oleh pemerintah Saudi yang juga akan hotel, pusat perbelanjaan dan ruang konferensi.

Jam empat wajah dan akan diterangi oleh dua juta lampu LED bersama dengan tulisan Arab besar: "Dalam nama Allah". Jam berjalan menurut Standar Waktu Saudi yang tiga jam di depan GMT. Ketika puncak berkilauan ditambahkan, mjka bangunan yang berdiri hampir 2.000 kaki itu menjadikan tertinggi kedua di dunia. Warga Mekah juga akan diingatkan waktu untuk sholat ketika 21.000 lampu hijau dan putih terlihat pada jarak 18 mil, berkedip selama lima kali sehari.

Tapi ulama Islam berharap pengaruh jam itu meregangkan lebih jauh dari padang pasir Arab Saudi, sebagai bagian dari rencana menjadikan Mekah menggantikan Observatorium Greenwich sebagai “pusat sejati dari bumi”. Selama 125 tahun terakhir, masyarakat internasional telah menerima awal setiap hari harus diukur dari meridian utama yang mewakili bujur 0 derajat yang melewati Observatorium Greenwich.

Mohammed al-Arkubi, manajer salah satu hotel di kompleks itu mengatakan: "Membuat waktu Mekah mengganti Greenwich Mean Time adalah tujuan..". Yusuf al-Qaradawi, seorang ulama Mesir yang dikenal di seluruh dunia Islam karena acara televisi populernya "Syariah dan Kehidupan" Mekah memiliki lebih cocok menjadi meridian utama karena keselarasan yang sempurna dengan medan magnetis utara. Ia menyebut kota suci adalah " zona magnet nol " dan telah memenangkan dukungan dari beberapa ilmuwan Arab seperti Abdel-Baset al-Sayyed dari Pusat Penelitian Nasional Mesir yang mengatakan gaya magnet di Mekah kecil.

"Itu sebabnya jika seseorang melakukan perjalanan ke Mekah atau tinggal di sana, dia tinggal lebih lama, lebih sehat dan kurang dipengaruhi oleh gravitasi bumi," katanya. "Anda mendapatkan penuh energi."